by

Ketika Gejolak Menyembah Tuhan tak Terbendung

Oleh : Herry Tjahjono

Satu lagi gereja ditutup, disegel oleh bupatinya. Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. Alasannya klasik, tak berizin, keberatan dari warga sekitar. Hasil kesepakatan menyetujui untuk disegel.

Bagi warga minoritas, minta izin susah. Maka bagi yang gejolaknya untuk menyembah Tuhannya demikian bergelora, nekad beribadah di “sebarang tempat” (baca: tak berizin).

Mau beribadah di jalanan, selain tak mau mengganggu ketertiban umum, mereka memang diajarkan untuk tidak demonstratif, atau pamer, dalam berdoa. Ya sudah, mereka beribadah di tempat yang belum berizin, ditutup ya pasrah.

Guntur Romli nampaknya menjadi gerah, lalu menulis:

“Kacau Bupati Purwakarta menyegel rumah ibadah/gereja GKPS, pdahal tugas Bupati dlm PBM No 9 thn 2006 Pasal 7 ayat (1) poin e: menerbitkan IMB rumah ibadah bukan menyegel rumah ibadah.”

Ngomong-ngomong, ke mana sih Ibu Pertiwi?

Ketika gejolak menyembah Tuhan tak terbendung…

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed