Kesesatan yang Mereka Bilang Hijrah

ilustrasi

Oleh : Erri Subakti

1. Kesesatan dalam arti dan makna kata Hijrah.
Hijrah itu migrasi. Domisili berubah dari Jakarta ke Jonggol, misalnya.
Hijrah bukan berubah tindakan dan kebiasaan. Itu namanya BERUBAH. Bukan Hijrah. Jadi jangan ngarang2 istilah yg bukan artinya.

2. "Jilbab syar'i"? Ini juga karangan.
Syar'i tau gak arti katanya? Artinya sesuai aturan, hukum, legal. Kata syar'i bukan berarti "Islami."

Orang Arab Saudi menyebut negara Israel itu: "Israel wa syar'i". Tentu bukan artinya Israel negara Islam. Melainkan "Israel negara yg sah."

3. Orang2 yg ngaku "hijrah" selalu mengeksklusive kan diri. Memisahkan gerombolannya dgn yg lain. Bahkan dgn sesama muslim. Membuat segregasi, dan meyakini diri mereka lebih baik, lebih islam, dan melakukan "sunah rasul", yakin masuk surga. Ironisnya akhlak (tindakan) mereka thd manusia lainnya sering kasar. Merasa benar sendiri. Semua di luar gerombolan mereka salah bahkan kafir.

4. Cadar. Bukan ajaran Islam. Jelas sejarahnya. Silakan googling.

5. Jenggot dan celana ngatung. Cuma bungkus "by design". Bagian dari nomor 3 di atas. Cuma itu maksudnya. Mengeksklusivekan diri. Nalar gak digunakan. Dalil "sunah rasul" juga mesti dgn nalar. Misalnya ya gak mungkin kita saat ini melakukan semua yg dilakukan rasul sehari2. Jaman jauh berbeda. Gak usah naik mobil, onta aja. Gak usah gadgetan sekalian.

6. Khilafah. Ajaran ngawur. Bukan ajaran Islam. Yg caya soal ini biasanya memang yg baru belajar Islam, dan celakanya dari orang yg salah.

Agama itu utk dirimu sendiri, bukan utk seluruh negeri.
Negerimu milik banyak orang, bukan milik diri kalian sendiri.

7. Justru mereka yg ngaku hijrah di hatinya lebih banyak kebencian dan kedengkian thd banyak orang di luar gerombolannya, bahkan kebencian dan kedengkian thd ulama di luar mereka dan umaro negerinya sendiri.

Sumber : Status Facebook Erri Subakti

Sunday, September 8, 2019 - 14:15
Kategori Rubrik: