Kesaksian Mario Carrascalao Soal Kejahatan HAM yang Dilakukan Prabowo & Cendana di Timor

REDAKSIINDONESIA-Berikut ini adalah terjemahan bebas buku biografi Mário Carrascalão yang berjudul Timor Antes do Futuro: Autobiografia, halaman 321-322:

 
Jenderal Try Sutrisno berkata kepada saya: “Mengenai Mayor Prabowo, Anda tahu siapa dia, bukan? Batalyon yang dipimpinya merampas paling banyak senjata dari Perlawanan selama setahun ini; sekitar 100 pucuk senjata dan itu adalah pukulan berat bagi GPK, oleh karena itu, Batalyon 328 yang dipimpinnya, hanya akan keluar dari Timor Timur setelah menyelesaikan masa tugasnya.”
 
 
 
Dengan berkata demikian, Jenderal ini mengharapkan saya menyetujui, tetapi saya ceritakan satu kejadian yang lebih dikenal dengan sebagai “prestasi” Mayor Prabowo: “Saya bukan saksi langsung, Bapak Jenderal, tapi beberapa orang tentara dari batalyon-batalyon lain menceritakan kepada saya bahwa Batalyon 328, pimpinan Mayor Prabowo, punya senjata khusus, yang dibeli dengan uang dari keluarga Soeharto, dan selain itu (Batalyon ini) membunuh tentara dari batalyon lain dan mengambil senjata-senjata mereka. 
 
Inilah cara yang mereka lakukan: membayar sejumlah orang Timor untuk menyergap dan membunuh tentara Indonesia dari batalyon lain yang sedang berpatroli; senjata yang dirampas disembunyikan di hutan dan kemudian tentara yang berpatroli tersebut dilaporkan hilang kepada komandan batalyon mereka; orang-orang Timor Timur yang melaksanakan tugas tersebut kembali melapor ke Batalyon 328 dan kemudian orang-orang Timor Timur ini disertai sejumlah prajurit dari Batalyon 328 menuju ke tempat senjata-senjata tersebut disembunyikan;
 
setelah berada di tempat tersebut, orang-orang Timor Timur tersebut ditembak mati oleh prajurit-prajurit Indonesia yang bersama mereka, senjata-senjata dikumpulkan dan dilaporkan kepada Komandan Militer (Korem) bahwa senjata-senjata tersebut dirampas dari GPK oleh Batalyon 328. 
 
Ada kasus-kasus, yang saya punya banyak informasi, yang terjadi di wilayah Desa Fahi Nihan, di Kecamatan Fatuberliu, Kabupaten Manufahi, tanyakan kepada Mayor Zein, Komandan Kodim Same, mengenai kebenarannya. Dia memberikan jaminan kepada saya bahwa penduduk Desa Fahi Nihan yang melaporkan kejadian tersebut tidak akan mengalami kesulitan, karena dia memberikan perlindungan yang diperlukan.”
 
Saya kira Jenderal ini tahu kejadian tersebut, karena yang dia katakan dalam reaksinya adalah: “Pak Gubernur, dalam perang terjadi hal-hal seperti itu, oleh karena itu kita harus mengakhirinya secepat mungkin. Jangan kira saya tidak prihatin seperti mereka. Orang Timor Timur saya anggap saudara sendiri.”
Thursday, January 17, 2019 - 12:15
Kategori Rubrik: