Kesabaran

ilustrasi

Oleh : Fahmi Ali N H

Gusti Allah menyuruh sesama manusia saling menguatkan dalam kesabaran. Ada 2 alasan menurut Imam Ghozali, kenapa manusia butuh saling menguatkan biar bisa sabar setiap waktu. Yaitu :

1. Kehidupan manusia itu kadang mencocoki dengan kecenderungannya dan kadang tidak. Manusia itu cenderung suka enak-enak. Maka pas keadaan enak, manusia umumnya merasa gak butuh sabar sehingga suka lupa bersyukur. Pas keadaan gak enak, manusia suka goyah, sehingga lupa menjaga akal.

Maka di tiap keadaan, saat enak dan gak enak, orang kudu dikuatkan dan didukung biar sabar. Karena kita dituntut sabar dlm segala kondisi. Sabar pas keadaan enak berarti bersyukur, tidak melampaui batas dan ingat masa depan. Sabar pas lagi gak enak berarti beristighfar, tidak putus asa dan tidak buruk sangka.

Bahkan sebenarnya, sabar dalam kondisi enak ini justru lebih susah. Dawuh para shohabat rodhiyallahu anhum

بلينا بفتنة الضراء فصبرنا، بلينا بفتنة السراء فلم نصبر

"Kami bisa sabar pas diuji dengan hal yg gak enak, tapi kami gak sanggup sabar pas diuji dgn kenyamanan"

Ada pula sebagian ulama dawuh

يصبر على البلاء كل مؤمن، ولم يصبر على العافية إلا الصديق

"Orang mukmin awam sanggup sabar terhadap bencana, tapi gak sanggup sabar bahkan terlena dengan keadaan normal kecuali ulama yg shiddiq"

Sabar pada saat kondisi enak di sini berarti hatinya tidak terlena pada hal yg enak, menyadari bahwa hal enak tersebut cuma titipan, lalu digunakan semaksimal mungkin untuk taqorrub. Sehingga hatinya gak terlena dan lalai, justru makin kuat syukurnya.

Sedangkan saat gak enak, orang bisa sabar asal dia di dekat orang yg tepat dan mau mendukung. Makanya, kalo ada orang depresi atau kena musibah, kita dukung untuk terus melanjutkan hidupnya agar akalnya terjaga dan tidak terpaku pada hal yg bikin depresi. Sehingga gak ada pikiran putus asa.

Yg perlu diingat, kita jangan pernah membully orang depresi dgn kata-kata "kurang iman"-lah, "kurang dzikir"-lah. Karena itu menyalahi anjuran Qur'an, gak membantu blas, karena bernada offensive (menghina) malah membuat akal orang jadi makin terpuruk dan menggila. Salah2 malah bunuh diri.

Nah, karena inti sabar itu tetap waras agamanya (akal, ilmu dan adab), maka dalam kondisi apapun, baik kondisi enak maupun gak enak, kudu tidak boleh lepas dari ilmu tentang Gusti Allah. Orang bisa gagah berdiri dalam sabar karena punya ilmu. Maka yg punya ilmu, harus mau menguatkan sesama manusia dalam kesabaran di tiap keadaan apapun dengan ilmunya.

Bersambung..

Mugi manfaat.

#AyoNyarkub #ArbainFiUshuliddin #ImamGhozali

Sumber : Status Facebook Fahmi Ali N H

Wednesday, July 8, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: