Kerja Sama Yang Manis Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Mempercepat Krisis Wabah Pandemi Covid-19 Cepat Selesai

Menginjak bulan Mei ini wabah pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum pada batas aman, pemerintah pusat pun tidak main-main dalam memberikan respon dalam penanganan krisis wabah pandemi Covid-19 ini agar dapat mengendalikannya secara tepat.

Komunikasi pemerintah kepada para Kepala Daerah intensif dilakukan hari per hari dalam upaya penanganan krisis wabah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman semua pihak yang bisa saja mengakibatkan permasalahannya semakin rumit.

Oleh : Tante Paku

Dan banyak Kepala Daerah bergerak aktif meneruskan apa yang dimaui pemerintah pusat dengan memperhatikan aspek budaya pada penyampaian komunikasi kepada publik di wilayahnya. Inilah pentingnya integrasi komunikasi di tataran pusat hingga ke pemerintah daerah.

Kepala daerah yang berhasil menangani pandemi di wilayahnya lebih cepat artinya mampu memahami instruksi dari pemerintah pusat dengan cerdas.

Sehingga virus Corona yang merupakan hal baru bagi masyarakat ini memang perlu pendekatan khusus, bagaimana cara PEMDA menyampaikannya sesuai dengan kultur daerah masing-masing dan tidak mengurangi substansi apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat.

Pemerintah daerah memang menjadi garda terdepan sebelum suatu masalah ditetapkan sebagai masalah nasional. Jika berhasil menjaga daerahnya, mereka akan menuai pujian, bila gagal, cacian akan diterimanya.

Hal yang baik, namun akan menjadi buruk jika dilakukan pada saat masa pandemi COVID-19 di Indonesia, jika semakin meningkatnya angka kasus COVID-19 di daerahnya.

Seperti beberapa kasus misalnya, pada awal bulan puasa saat ini sempat ada perdebatan untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah dan juga bagaimana kita melakukan buka bersama.

Selain pendekatan budaya kolektif juga sangat penting dalam pendekatan agama untuk menjelaskan secara lugas pentingnya untuk menyampaikan pesan JAGA JARAK atau DI RUMAH SAJA dengan pendekatan budaya tersebut.

Jika melihat kasus seperti ini, sangat penting integrasi komunikasi krisis tidak sebatas pada level komunikasi daerah, namun komunikasi antar organisasi masyarakat hingga organisasi keagamaan diintensifkan.

Pemerintah Indonesia sudah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan untuk di rumah aja, hingga adanya surat keputusan presiden yang berkaitan dengan penanganan krisis wabah COVID-19. Tinggal para kepala daerah meneruskan dengan formulanya masing-masing.

Pendekatan budaya masyarakat dalam melaksanakan komunikasi krisis selama pandemi COVID-19 ini juga penting dalam hal menyesuaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat bahkan dalam penggunaan bahasa daerah.

Hal ini menjadi cukup efektif mengingat di Indonesia memiliki beragam budaya dan bahasa. Sehingga munculnya kesetaraan dalam penerimaan informasi yang didapatkan oleh masyarakat mengenai COVID-19 ini lebih GAMBLANG.

Singkatnya, pemerintah daerah harus tegas dalam pencegahan pandemi Corona ini, sementara pemerintah pusat pun tidak hanya berdiam diri menunggu laporan, kini juga sedang mencoba menciptakan vaksin pencegah COVID-19, yang salah satunya sedang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

(Tante Paku)

Sunday, May 10, 2020 - 23:45
Kategori Rubrik: