Kerja Keras Pak RT hingga Presiden dalam Penanggulangan Corona

Oleh: Ricky Apriansyah

Wabah Corona menyita perhatian kita semua. Semua terdampak. Entah kapan wabah ini berakhir, tidak ada yang bisa menjamin. PSBB sudah diberlakukan di sejumlah tempat. Sebelumnya banyak yang mendesak pemberlakuan status ini, tapi setelah dilaksanakan ternyata banyak yang tak mentaatinya. 

Hingga Presiden pun mengimbau agar berdamai saja dengan Corona. Artinya, kita mulai membiasakan hidup berdampingan dengan virus Corona. Hidup dalam era “the new normal”. Tetap melakukan aktivitas seperti biasa namun dengan pembatasan-pembatasan sesuai protokol kesehatan yang diterapkan untuk mengantisipasi penularan virus tersebut, seperti pemakaian masker, rajin cuci tangan dengan sabun, melakukan physical distancing.

 

Sebagian masyarakat sudah mulai terbiasa dengan protokol kesehatan. Mereka jaga jarak dan mengenakan masker di mana-mana. Namun satu hal yang barangkali luput dari perhatian sejumlah orang adalah kerja keras penanganan wabah Corona yang dilakukan pemerintah. Bagaimana pemerintah berjibaku menghadapi wabah Corona sejak awal diketahui virus telah menjangkiti banyak warga negara tetangga. Bukan hanya Pemerintah Pusat yang berada di panggung utama, tetapi juga para Pemimpin Daerah. 

Bukan hanya gubernur, walikota dan bupati yang tampil di depan. Tetapi ada peran para Bapak  Ketua RT, Ketua RW, Kepala Desa, Lurah dan Camat. Semua dituntut untuk gesit mengatur wilayah masing-masing agar aman dan selamat dari wabah Corona. Tak sedikit  Pak RT, Pak RW dan Pak Kades yang harus berkeliling sendiri di wilayahnya untuk mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. 

Gaya para pemimpin daerah ini dalam menanggulangi Covid-19 itu berbeda-beda. Ada yang sangat teknis dan ilmiah, ada yang sangat teliti dan detail, ada yang sangat merakyat, dan ada juga yang pandai berorasi. Masing-masing kepala daerah tampil dengan kekuatan masing-masing. Mungkin, ini salah satu hikmah dengan adanya wabah Corona. Kepemimpinan setiap pemimpin daerah (RT, RW, Kepala Desa, Lurah, Camat, Walikota, Bupati, Gubernur) diuji secara bersamaan di depan masalah yang sama. Rakyat pun bisa menilai dan memperbandingkan dengan melihat sisi positif dan negatif dari masing-masing mereka.

Pada satu sisi, sebetulnya masing-masing pemimpin daerah juga dapat saling belajar, agar penanganan wabah dan dampak COVID-19 dapat efektif dan semakin baik di semua wilayah Indonesia. Karena Pemerintah Pusat memang tidak mungkin melakukan segalanya sendiri. Di lapangan, adalah tugas para pemimpin daerah (dari tingkat gubernur hingga ketua RT) yang menjalankan kebijakan dan menyalurkan bantuan dari Pemerintah Pusat.

Pentingnya sinergi

Akhirnya di tengah situasi krisis seperti sekarang ini, kita juga dapat melihat bahwa sinergi sangatlah penting. Ini memberi sedikit catatan buruk bagi Pemerintah Pusat. Ketidakkompakan kementerian-kementerian yang mementingkan ego sektoral, misalnya--sempat membuat berbagai kebijakan mengalami tarik-ulur, dan rakyat menjadi bingung. Tapi, semuanya telah ditertibkan oleh Presiden.

Sinergi yang mulus di antara para pemimpin di berbagai tingkatan adalah kunci dalam menahan penyebaran wabah Corona dan mengelola kekhawatiran rakyat. Para RT harus kompak dengan Pak RW. Demikian juga dengan para walikota dan bupati dengan gubernur. Demikian pula dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Semua harus bersinergi dan satu komando, agar semuanya berjalan mulus.

Bantuan sosial bertriliun-triliun dari Pemerintah Pusat akan terbuang percuma bilamana pemerintah daerah tidak menyalurkan dengan baik, apabila para Ketua RT tidak mendata warga yang membutuhkan dengan baik. Jadi, semuanya perlu sinergi. Oleh karena itu, di saat krisis seperti ini, mari kita beri penghargaan yang tinggi bagi para pemimpin daerah. 

Boleh jadi para pemimpin daerah berbagai tingkatan ini memang tidak sempurna. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan. Tapi yang pasti, mereka semua telah bekerja keras. Mereka bekerja untuk rakyat di wilayah masing-masing. Harapan kita dan ini yang terpenting, mereka mampu bersinergi dengan baik, dengan petinggi di atas mereka maupun dengan pemimpin lokal di bawah mereka.

Oleh karena itu penghargaan setinggi-tingginya atas upaya para pemimpin daerah, dari gubernur, walikota dan bupati, camat, lurah, kepala desa maupun ketua RT dan ketua RW. Tentu saja kerja mereka tidak sempurna 100%. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tetapi semua sudah bekerja keras. Apalagi emerintah daerah juga sangat bergantung pada pemerintah pusat dalam hal bantuan sosial dan kebijakan skala nasional misalnya, agar sukses menangani masalah-masalah terkait COVID-19 di wilayah masing-masing.

Hanya dengan sinergi antarpemimpin daerah, dan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, penanganan wabah COVID-19 dapat berjalan dengan cepat, baik dan sesuai sasaran. Dan wabah COVID-19 akan segera tertanggulangi. Semoga.

 

Monday, May 11, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: