Kerja Jokowi Belum Usai

ilustrasi

Oleh : Lisa Novijanti

Dulu Beliau diremehkan, karena bukan siapa2, bukan anak begawan ekonomi atau mantan jenderal yang mantunya Pesiden. Hanya warga sipil biasa seperti kebanyakan kita.

Punggungnya tampak rapuh, tangan kurusnya tampak ringkih. Tapi kerja2 besar lahir dari tangan itu.

Senyum, kesabaran dan irit bicaranya, mengecoh banyak petinggi negara. Mereka berpikir beliau lemah, dan mudah dikendalikan, apalagi tak punya partai. Tapi langkah2nya mengejutkan.

Petral dibubarkan, blok Mahakam direbut, terakhir mengambil alih 51% saham Freeport. Langkah ini seharusnya sekaligus mematahkan tuduhan antek asing yang disematkan oleh lawannya, pada beliau..

Dalam waktu singkat, ribuan km Jalan raya dan tol, puluhan waduk, pelabuhan, instalasi listrik, dan bandara dibangun atau direvitalisasi. Terakhir meresmikan proyek prestisius MRT yang dinilai banyak pihak, proyek merugi.

Kita yang mau beranjak meninggalkan negara dunia ketiga kok itung2an untung rugi. Kapan majunya? Jepang yang luluh lantak di tahun 1945 dan Korsel yang baru merdeka di tahun yang sama dengan kita saja, sudah punya MRT sejak lebih dari 20 tahun yang lalu. Sebagai catatan, Japan Railway pun pada awalnya merugi sampai harus diprivatisasi.

Kita mestinya bersyukur, Allah menganugrahi bangsa ini Presiden yang visioner, yang membawa kita sejajar dengan bangsa2 maju di dunia.

Dan kerja itu belum selesai, butuh 1 periode lagi untuk menuntaskan. 
Bandingkan kerja besar Jokowi dengan lawannya yang menebar fitnah, kebencian, ketakutan akan Indonesia bubar dan punah, serta hinaan tampang Boyolali dan bantuan nenek oplas ngaku digebukin, untuk menjaring suara. Sekali lagi apa kerja Prabowo, yang bisa mengalahkan kerja besar Jokowi?

Catatan pendek setelah mencoba MRT, pulangnya dibonceng Presiden.. (diperankan oleh model .

Sempat ngikik, karena ada yang posting MRT hasil kerja wan abud

Sumber : Status Facebook Lisa Novijanti

Monday, March 25, 2019 - 08:00
Kategori Rubrik: