Kerennya Pasar Papua

Oleh : Amisryah Amirsyah

Waktu pertama kali menginjak Papua (1998), rekan sejawat bercerita. Bahwa kalo di pasar tradisional, banyak Mama-Mama yg jualan. Mereka menjual hasil bumi seperti sayuran, buah, hingga hewani.

Mereka menggelar dagangannya di tanah beralas terpal, kain, plastik atau alas lainnya. Terus calon pembeli dalam posisi berdiri, Mama-Mama dalam posisi duduk. Saat menanyakan harga, calon pembeli tinggal mengarahkan ujung jarinya hingga mengarahkan ujung kakinya ke barang yg dijual.

Saya pikir yg terakhir itu kurang sopan, tapi ternyata sudah lumrah dan tidak masalah. Tetap saja saat ke pasar saya selalu duduk jongkok bila ingin bertanya pada Mama-Mama penjual. Tapi kasihan tanpa atap, panas menyengat dan bila hujan mengungsi dulu (menyelamatkan jualan).

Sudah lama saya tidak update perkembangan pasar tradisional di Papua. Sampai akhirnya saya melihat foto ini, di FP Presiden Jokowi. Alhamdulillah, sekarang Mama-Mama penjual sudah memiliki lapak dagangan yg memadai sehingga tak perlu menggelarnya di tanah. Suasana pasar pun menjadi lebih bersih dan rapi. Pasar Mama-Mama yg ramah terlihat keren.
***
Bila boleh usul, mungkin Mama-Mama penjual itu perlu dilatih manajemen keuangan keluarga/mikro/sederhana. Lebih bagus lagi jika ada semacam organisasi bersama (koperasi?) yg menaungi dan membina mereka serta menjembatani dengan sektor perbankan.

Hal ini pernah saya lihat di suatu seminar dimana LSM milik Yenny Wahid (putri Alm. Gus Dur) berhasil memberdayakan perempuan, wanita, ibu rumah tangga untuk mandiri dan menggerakkan perekonomian dalam skala kecil. Suatu saat nanti siapa tahu bisa diakumulasi menjadi industri skala kecil yg unggul dan mandiri.

Sumber : facebook Amirsyah Amirsyah

Friday, April 13, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: