Keram Otak

Oleh: Iyyas Subiakto

Secara nasional kita dikerjai oleh manusia spoon box yg buat kerajaan dagelan di Jateng dan Jabar, ternyata yg Jabar jelmaan dari serpihan kerajaan HTI yg mati di cekekik pemerintah.

Manusia yg di serang halusinasi akut ini luar biasa, dan hebatnya ada pengikutnya. Walau tak heran karena belakangan ini banyak kelakuan jenis ini, tapi kita tetap harus hati-hati karena kl tak waspada kita bisa terpapar juga.

 

Kelas manusia halusinasi yg sampai keram otak adalah gubernur DKI, dia selalu berhayal bak ngebayangin negeri dongeng, air hujan mau di masukkan ke bumi, ramainya orang berspeda di Jakarta maka dibuat jalan utk speda, ramainya pejalan kaki, maka harus dibuat terotoar lebar, lelapnya warga Jakarta saat tidur shg harus pasang Toa utk di bangunin saat banjir, pompa air harus di istirahatkan saat banjir. Sekarang anak buahnya bilang pohon yg di tebang di Monas sdg di istirahatkan di kebun bibit, ini semua seperti ngajak gila massal.

Kita tak heran kalau mereka ketularan boss nya, yg kita heran pejabat dan penegak hukum ikut keram otaknya ngeliat kelakuan gubernur DKI, apa memang kelakuan gilanya tdk ada yg melanggar hukum, kok mereka leluasa berbuat apa saja. Ibarat di kebun binatang, kita cuma nonton tanpa bisa menjerat lehernya. Atau kita sudah terserang otak keram shg kita semua hanya diam melihat orang yg berprilaku jumpalitan merusak tatanan sosial. Mereka yg viral kita yg sial.

Setelah pompa dan pohon di istirahatkan, harusnya segera saja pemerintah mengistirahatkan gubernurnya sekalian, daripada kita gemblung barengan.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Friday, January 31, 2020 - 19:00
Kategori Rubrik: