Kerajaan Baru, Jenglot dan Buss

ilustrasi

Oleh : Alim

Di negeri 62 ini ada banyak ragam penipuan uang dari yang bentuknya relijius, rasional hingga yang berbau-bau klenik.

Yang relijius misalnya investasi kebon kurma, perumahan syariah, travel syariah; 
Yang agak rasional misalnya skema-skema transfer bertingkat, arisan bodong, investasi logam mulia umbrus, asuransi berjangka yang menjebak;
Sementara yang bau-bau klenik/mistik misal merah delima, kantong semar, kantong macan, samurai, uang tebusan surga, wesi kuning, penggandaan uang pakai wirid, keris, jenglot/batara karang atau seabreg-abreg lainnya, termasuk harta karun Bung Karno atau Majapahit yang khayalannya bernilai Trilyunan rupiah bahkan dollar.
Semua itu... busss... ujungnya penipuan.

Tampaknya kerajaan baru di Purworejo itu nggak jauh-jauh dari urusan ini. Ya mungkin saja ada unsur waham kebesaran di situ yang menambah keseruan dalam meyakinkan korban karena penipu yang mengidap waham juga sangat yakin dengan apa yang diomongkannya. Bisa jadi...

Pada kasus-kasus semacam ini, profil korban umumnya serupa. Misalnya, orang bingung yang menanggung hutang, orang yang serakah ingin dapat uang melimpah secara cepat atau orang yang penasaran dengan misteri. Anehnya, tidak sedikit akademisi dan intelektual yang jatuh ke jebakan itu.

Mari kita saksikan episode-episode berikutnya yang akan mengungkap kebenarannya. Saya cuma membayangkan dialog ini:

Raja Baru: Saya deklarasikan kerajaan jagat raya, saya sebagai maha raja yang menguasai seluruh dunia.

Negara lain: Saya nggak mengakui, kamu mau apa?

Raja Baru: Emm.. emm.. ya nggak papa sih..

Sumber : Status Facebook Alim

Saturday, January 18, 2020 - 15:00
Kategori Rubrik: