Kepada Roy Suryo

ilustrasi
Oleh : Wahyu Sutono
Coba Saudara Roy putar video di link ini dari awal hingga akhir, agar Saudara paham betul seperti apa Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini secara utuh, sehingga Saudara tidak keseringan bicara yang sembarangan:
Pertama-tama yang perlu diingatkan bahwa saat ini Indonesia sedang berduka, tapi alih-alih Saudara Roy membantu, yang ada justru menjadikan musibah sebagai media untuk mengolok-olok pejabat negara yang justru tengah bekerja sungguh-sungguh.
Penulis bukan saja kecewa, tapi juga masgul, karena sebelumnya elite Partai Demokrat lainnya melakukan hal yang sama. Lalu dimana empati kalian? Juga dimana etika politik kalian? Sementara Saudara bisa memamerkan ijazah S2 dari UGM saat mengomentari penolakan akan Vaksin Sinovac. Seperti itukah intelektualitas Saudara?
Perlu Saudara pahami bahwa seandainya yang menjadi Mensos itu Saudara, belum tentu Saudara bisa lebih baik dari Risma. Nyatanya saat Saudara menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga pun tak ada sesuatu yang menonjol. Bahkan saat pensiun malah bikin heboh karena sempat membawa barang yang bukan haknya.
Belum lagi sederet pernyataan Saudara yang menuai perundungan dari warga masyarakat. Dari masalah Saudara yang tiak hapal lagu Indonesia Raya yang terekam ketika terjadi kericuhan antara supporter Persija dengan Persib di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada 2013 silam, hingga tuduhan Ahok pesta miras, lalu saat mempertanyakan podium yang diinjak Presiden Jokowi yang dianggap bendera hanya karena warnanya merah putih, padahal podium seperti itu sudah digunakan sejak era orde baru, termasuk di era SBY. Yang lainnya saat Saudara terlihat teridur di sidang untuk rakyat.
Kapankah Saudara bisa menjadi politisi, serta oposan yang bijaksana, kontributif dan cerdas? Cobalah yang punya malu sedikit. Masa menjadi politisi yang minim prestasi, tapi sering asbun hingga dirundung masyarakat luas. Mohon maaf ya Roy, Risma itu bukan artis atau orang yang hobby Selfie. Setiap pejabat itu biasa diikuti wartawan dan kemudian difoto untuk kepentingan pemberitaan.
Samalah seperti Saudara sendiri. Jangankan saat menjadi pejabat negara, setelah pensiun pun Saudara tetap nongol di media kan? Apa itu artinya Saudara pencitraan? Tentu Saudara pasti akan menolak bila disebut pencitraan. Roy.. bila mau kritik, itu sangat baik, sangat diperlukan, dan dilindungi undang-undang. Tapi tentulah yang komprehensif dan solusif. Bukan nyinyir yang norak, dan tidak berbobot, sebab: "Tuhan Tidak Suka."
Salam sehat lahir batin
Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono
Thursday, January 21, 2021 - 08:00
Kategori Rubrik: