Kepada pak Quraish

ilustrasi

Oleh : Afriyanto Arifin

Tak ada gelar 'Kiyai' di sebelum namamu, meski kau layak menyandangnya. Tak juga gelar 'Habaib dan Ulama', meski kau berhak memilikinya. Hanya dengan sebutan 'Pak', kau minta dipanggil dan disapa.

Keputusanmu dipanggil dengan sebutan sederhana, tentu membuatku takjub.
Sebab hari ini, hanya karena tampil di TV, dan berpakaian seperti ala orang arab, seseorang digelari kiyai. Cuman hanya pandai beretorika, ia diangkat jadi ulama. Karena hafal seayat dua ayat, ia menobatkan dirinya sebagai ustadz tanpa cacat. Karena cuman ngaku2 terciprat dari darah Nabi yang mulia, ia merasa diri pemegang kunci agama dan sorga. Keluasan ilmu, kedalaman pemahaman, akhlaqul karimah, itu cuma nomor dua puluh lima.

Pertemuanku denganmu dimulai dengan jarak, lewat buku juga ceramah-ceramah. Tapi percayalah, aku banyak belajar padamu, merenungi nasihatmu, mengakrabi pemikiranmu, itu kenapa aku menganggapmu sebagai guru. Sebab dari seorang sahabat aku mendengar pelajaran, "Guru bukanlah orang yang mengajarimu. Guru adalah orang yang kamu belajar kepadanya, meski tak pernah berjumpa."

Pernah kau dicaci sebagai syiah, dihujat sebagai liberal, dianggap menghina Kanjeng Nabi, dituduh tak mewajibkan jilbab, tapi semua itu tak membuatmu apa-apa, selain menunjukkan sikap semakin cinta. Tetaplah bersahaja, Pak, tetaplah sederhana, tetaplah berhati-hati dalam menunjukkan ilmu Tuhan seperti yang selama ini kau perlihatkan.

Kau tentu sedih atas cacian dan sangkaan buruk yang dilempar padamu, tapi kau tak meminta para pecintamu untuk membelamu, melakukan demo-demo besar demi membersihkan sangkaan-sangkaan itu, kau hanya berdoa sebagaimana doa Rasulullah ketika dilempari batu oleh kaum Thaif, "Ya Allah, ampuni mereka, sebab mereka tidak mengetahui.."

Terima kasih Pak Quraish, di tengah sesak kebencian dan adu domba yang menyelimuti umat Islam Indonesia, di sela-sela perang virtual yang ada di antara mereka, engkau tak lelah memberi kami sebuah nasihat bahwa puncak ilmu adalah akhlak dan kerendahan hati...

Wassalam !

Sumber : Status Facebook Afriyanto Arifin

Friday, February 21, 2020 - 07:45
Kategori Rubrik: