Kepada Anak- anakku Mahasiswa..

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Tahun 1998 kakak kalian tampil heroik menjatuhkan Soeharto. Mengapa ? Yang mereka jatuhkan adalah rezim korup, dan tak ada hukum yang bisa menghentikan KKN. Sejarah revolusi yang sukses di manapun karena rezim terlalu kuat tanpa hukum yang membatasi mereka. Dan itu terjadi begitu saja tanpa ada arsitek. Memang dari kekacauan itu lahirlah tokoh pemimpin yang mempersatukan semua agar kembali membangun dari puing puing kehancuran.

Di zaman sekarang, kekuasaan terdistribusi secara efektif sehingga tidak mungkin seorang penguasa bisa berkuasa tanpa batas. Apalagi Jokowi sang presiden tidak ada sedikitpun terindikasi melakukan KKN. Anaknya jualan martabak. Semua anggota keluarga tetap melanjutkan kehidupan normalnya tanpa terpengaruh dengan duduknya Jokowi sebagai orang nomor 1 di republik ini. Tidak ada alasan yang masuk akal atas aksi demo kalian. Tidak. Justru semakin memperlihatkan kelas kalian semakin jatuh..Baik saya jelaskan..,

Kenaikan harga BBM?
Yang naik itu bukan premium dan solar tapi Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite. Naiknya hanya Rp. 300. Itu BBM untuk mereka yang mampu. Apakah mereka keberatan ? Tidak. Kalaupun mereka keberatan mereka bisa pindah ke Premium ya kan. Jokowi tidak peduli kepada rakyat dan tunduk dengan pasar? Apakah dengan memaksa harga BBM di Papua sama dengan daerah lain dianggap pro pasar? karena itu Pertamina merugi Rp. 800 miliar. Pasar memang tidak bisa di lawan. Tapi pada batas tertentu negara harus hadir ya hadir demi keadilan walau mahal sekali ongkosnya.Apakah rezim sebelumnya mikir soal ginian?

Kenaikan listrik? Di Indonesia, total pelanggan listrik 900 VA ada 22,9 juta rumah tangga. Namun berdasarkan kajian dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi. Sisanya, 18,8 juta pengguna distrik 900 VA merupakan rumah tangga mampu sehingga tidak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pelanggan inilah yang subsidinya dicabut.” Apakah salah,bIla orang mampu tidak perlu di subsidi?

Mengapa terus di perpanjang izin ekspor bahan baku Minerba? Apakah pemerintah berpihak kepada asing? Amanah UU Minerba itu ada di zaman SBY. Selama itu SBY gagal mendatangkan investor industri pengolahan minerba. Dan apabila di era Jokowi di hentikan ekspor konsentrat maka akan banyak perusahaan minerba yang gulung tikar. Mengapa pemerintah tidak bangun sendiri. Kemana penerimaan bea eskpor selama ini? Kalau pemerintah bangun sendiri maka investasi swasta akan lesu, dan lagi dari mana dananya pemerintah? Bea yang di terima oleh rezim SBY habis begitu saja untuk subsidi tanpa pernah berpikir untuk bangun smelter. Yang di lakukan pemeirntah sekarang adalah membangun insfrastruktur agar investor swasta bisa masuk membangun smelter. Karena smelter itu membutuhkan listrik yang sangat besar.

Lantas kalian demo dasarnya apa? Kalau cara berpikir seperti ini maka jangan salahkan apabila kalian lulus engga ada yang mau terima kerja, dan pasti kalah dengan pekerja dari ASEAN lainnya. Ingat loh kini sudah masuk MEA, pengusaha bisa ambil pekerja dari ASEAN lainnya..cobalah berpikir cerdas dan banyak belajar agar kalian tidak jadi pecundang hanya karena provokasi orang engga waras...

Pahamkan sayang..**

Sumber : facebook Erizeli Jely Bandaro

Thursday, January 12, 2017 - 08:15
Kategori Rubrik: