Kenthir

ilustrasi

Oleh : Alim

Gangguan jiwa itu luas dan banyak bentuknya, dari ringan sampai psikosis berat. Penyebabnyapun beragam, ada gangguan organik yang dominan karena malfungsi organ, ada juga yang dominan mental illness (meski ini tentu juga bisa terjadi gangguan biofisik-kimia).

Menurut saya, teroris itu mengalami gangguan jiwa dengan berbagai level dan macamnya. Meski tidak mengalami psikosis, masih bisa membedakan mana realitas mana khayalan, ia tidak bisa lagi membedakan batasan moral ekstrim. Nah yang semacam ini bukan termasuk gila yang bebas jeratan hukum.

Selanjutnya, mental illness dalam bentuk kebingungan moral dan batasan-batasannya ini bisa dibuat, dan dengan itu sesorang bisa dikendalikan.

Dengan dekonstruksi mental, mind-shifting lalu ditambah persuasi yang sangat kuat, seseorang bisa diarahkan untuk berbuat yang membahayakan, baik mencelakai orang maupun mencelakai diri sendiri ataupun keduanya seperti pada kasus bom bunuh diri.

Pelaku penusukan Syeh Ali Jaber itu harus diperiksa secara mendalam oleh psikiater, psikolog atau mental expert untuk menentukan kadar dan jenis kegilaannya. Kalau yang dipakai hanya pengakuan orang tua, jelas tidak bisa jadi landasan. Apakah gila dalam pengertian psikosis, gilanya seperti apa dan karena apa? Lebih jauh, apakah dia mengalami mind-programming? Kalau iya, siapa yang melakukan? Nah itu... gantung!

Sumber : Status Facebook Alim

Thursday, September 17, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: