Kenikmatan Surgawi yang dititipkan

Ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Hok, hari ini - 9 Oktober 2017- persis 5 bulan kamu di penjara. Secara spiritual, sudah 5 bulan kamu berjuang di kawah candradimuka- menjalani dengan ikhlas semua ketidakadilan dan kesewenang-wenangan dunia.

Dan setidaknya sampai hari ini - kamu lolos - berkulminasi pada penerimaan jiwamu yang ikhlas melantunkan kalimat : ' Saya menerimanya. Saya memaafkan. Jangan membenci siapapun.' Itu salah satu dimensi tertinggi tangga spiritualitas, Hok.

Selamat. 
Adakah sepi ? Adakah rindu ? Adakah duka ? Kamu manusia biasa. Sepi, rindu dan duka pasti menggelayut di dadamu. Namun biarkan...

Menikmati diri sebagai manusia biasa di tataran tertinggi spiritualitas adalah kenikmatan tiada tara. Menikmati duka di tataran kepasrahan adalah kenikmatan surgawi yang 'dipinjamkan' Tuhan untuk kamu rasakan di dunia. Itu akan setara dengan suka di surga kelak.

Bahkan di dunia inipun, Dia sudah menggantinya untukmu, Hok. Tanpa kamu minta. Cinta yang menggelora saling sambung dari jutaan rakyat bahkan sampai detik ini. Terbukanya wajah busuk di balik topeng para manusia maling dan zalim yang menyakiti atau bersinggungan denganmu.

Semua itu misteri penyelenggaraan Illahi belaka. Mana ada napi malah dicinta luarbiasa? Mana ada manusia yang dulu menyakitimu kini lari tungganglanggang ? Belum lagi berbagai aib yang dibukakan. Mana ada ?

Kamu tak memintanya. Tapi Dia memberikannya melalui misteri tak terhitungkan.

Hok, biarkan waktu berjalan dengan langkahnya sendiri. Tetaplah menekuni kenikmatan surgawi yang dititipkan Tuhan untukmu. Maka kamu akan tersenyum, sebab sepi, rindu dan duka adalah keindahan yang juga diciptakan Tuhan untuk manusia.

Sampai jumpa Hok...

Sumber : Status Facebook Harry Tjahjono

Monday, October 9, 2017 - 22:15
Kategori Rubrik: