Kenapa Saya Tak Ikutan Hujat Abu Janda?

Ilustrasi

Oleh : Widhi Wedaswara

Namanya Permadi Heddy Setya , seorang aktivis medsos yang peduli dengan melawan radikalisme, terorisme dan para pengasong khilafah. Dengan akun satir abu janda al bollywood (plesetan nama khalifah ala ISIS) dia menyentil dunia maya dan membuat pihak pengasong khilafah kebakaran jenggot.

Ketika LTN PBNU akan menggerakkan program perang udara, nama dia masuk dalam daftar yang diusulkan oleh saya kepada Cak Usma (Ketua LTN). Kemudian terbentuklah NETIZEN NU yang digawangi oleh Sekjen PBNU dengan tugas membantu perang udara di dunia maya.

Permadi Arya kemudian mengikuti diklat banser di magelang dan me-hibernasi akun Abu Janda untuk beberapa saat selama ditempa. Kemudian bersamaan dengan kegiatan darat LTN berupa pelatihan jurnalistik, media sosial dan web, Abu Janda menjadi salah satu sosok yang membantu untuk perang udara.

Tayangan ILC semalam sebenarnya memperlihatkan settingan ala-ala pendongkrak rating di frekuensi publik, dan seperti itulah memang cara bermain di media. "Siapa yang menguasai media, dia adalah raja." Dan banyak Nahdliyin semalam terbawa dengan ritme tersebut sehingga mengarahkan jarinya ke Abu Janda. Penulisan gelar Ustadz kepada Felix Siauw dan tanpa gelar kepada KH Marsudi adalah pola-pola ala mereka.

Maka, jika Abu Janda yang sudah mengikuti Diklat Banser saja dari nahdliyin dihujat, sehingga banyak tudingan NU Gadungan dll, sementara dengan para pengasong khilafah, 212 bisa ngopi bareng dan berangkulan, maka salahkah jika bukan NU Kultural?

Dan disaat orang diam seperti anda yang dalam kepicikan dan ketakutan, anda hanya mengumbar kebencian kepada abu janda sehinga anda buta dengan kebaikan beliau

Abu janda walaupun di fitnah dicaci tetap berjuang dengan semangat menentang teroris radikalis khilaf...ah...

Hanya kelicikan hanya kebencian yang ada dimemory anda, kepada seseorang yang jauh lebih baik lebih berani dari pada anda.

Akan lebih baik kalo lebih dirangkul untuk meluruskan niat,lillahi

mengutip kata-kata ning Fitriah Kamal

"Media sosial memegang peranan penting dalam penyebaran faham2 anti pancasila, dari sinilah faham2 spt itu cepat menyebar, dan bagaimana pun kita hrs memberikan apresiasi pada mereka yg tidak lelah menulis utk menyuarakan arti pentingnya toleransi di negara ini, bkn hanya Abu Janda dn Deni Siregar saja tapi semua yg tdk pernah patah semangat dalam menyebarkan kasih sayang dn nasionalisme dgn gaya masing2.

Abu Janda di gebuk felik??? Aaahh felik juga ditabok sama Prof Mahfud. 
Tapi Abu Janda menggaris bawahi bahwa aksi reuni itu memang bermuatan politik. Maklum laaah kalau pengasong khilafah itu kan memang pinter2 ngomong karena kerjaan mereka ya berdagang : Dagang khilafah semu.

Selamat pagi, silahkan sruput kopi kalian atau teh atau susu yang penting tetap waras dan "Salam Toleransi".

Shollu ala Nabi

Sumber : Status Facebook Abi Lutfi

Thursday, December 7, 2017 - 16:00
Kategori Rubrik: