Kenapa Penghina Jokowi Seringnya Pemuja Arab Pembenci Cina?

Bagi para penghina Jokowi, silakan teruskan penghinaan anda. Kerahkan semua kekuatan anda. Kalau perlu bayar tuh semua media untukmemburuk-burukan Jokowi. Jangan khawatir, Jokowi tidak akan menyerah kok. Semakin anda menekan Jokowi, justru simpati rakyat semakin besar pada dirinya. Jadi penghinaan-penghinaan yang ditujukan padanya justru akan semakin memuluskan langkah Jokowi ke kursi RI-1 untuk periode ke duanya.

Oleh : Ester Nuria Surianegara

Menjelang pilpres tampaknya banyak tim sukses capres yang mencoba menggunakan black campaign tuk menjelek-jelekan capres lain. Dan diantara sekian banyak Capres, Jokowi lah yang paling kena getahnya. Karena dia merupakan capres paling menonjol, banyak pihak yang mendiskreditkan dirinya dengan pemberitaan yang ngaco dan menjurus fitnah. 

Beberapa pemberitaan buruk media terkait Jokowi memang sudah keterlaluan. Bahkan banyak berita yang coba memburukan Jokowi dengan cara yang sangat jahat.

China menguasai surat utang Amerika US$ 1.15 Trilyun.

Apakah otamatis Amerika dicaplok oleh China?

Tidak!

Arab investasi di China 870 Triliyun.

Apakah rakyat China terkencing-kecing merasa dijajah oleh Arab?

Tidak!

Amerika Investasi 122 Triliyun ke Singapore, apakah warga Singapore otamatis jadi antek asing ?

Tidak!

Sebanyak 252.000 TKI bekerja di Taiwan.

Apakah rakyat Taiwan merasa dijajah Indonesia ?

Tidak!

Ada sekitar 2,7 juta TKI di Malaysia.

Apakah berarti Indonesia menjajah Malaysia atau menyusupkan orang ke Malaysia sehingga sewaktu-waktu bisa memberontak?

Jumlah TKI yang bekerja di China 81.000, sementara TKI di Hongkong 153.000, di Macau 16.000, apakah rakyat China, Hongkong dan Macau merasa di jajah oleh Indonesia ?

Tidak!

TKA yang bekerja di Indonesia sebanyak 126.000 orang. Sementara 21.271 orang di antaranya berasal dari China, disusul Jepang dan lain-lain. Tapi sebagian dari kita sudah terkencing-kencing merasa dijajah oleh China.

Mengapa rakyat negara-negara dimana TKI kita berkerja tersebut bisa bernalar dengan benar ? Karena mereka bisa membedakan antara bisnis dengan kedaulatan negara.

Dunia abad XXI tidak dipetakan lagi oleh suku, ras dan agama. Masyarakat modern sudah tidak mempermasalahkan lagi perbedaan keyakinan. Mereka bersama-sama membangun peradaban.

Di sini tidak begitu. Yang didahulukan hanya kebencian karena takut berkompetisi dan kalah dalam persaingan hidup. Kemudian dibalut dengan pemahaman sempit agama. Maka brojol lah gerombolan penghina Jokowi, pemuja Arab sambil membenci Cina.

Penghinaan terhadap Jokowi lewat pemberitaan justru akan makin meningkatkan citra Jokowi di mata rakyat. Apalagi sampai saat ini Jokowi tetap santai dan gak mau menanggapi black campaign tersebut. Menurut saya, semakin Jokowi didiskreditkan reputasinya, justru semakin bagus. Ingat kasus SBY di Pemilu 2004? Dia sempat konfrontasi dengan Megawati. Konfrontasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh para pendukungnya tuk menciptakan imej seolah-oleh SBY didholimi oleh Megawati. Hasilnya? Rakyat jatuh simpati dan ramai-ramai mencoblos SBY. SBY pun sukses melenggang ke kursi Presiden dan bercokol di sana selama 2 periode.

BELAJAR MEMANDANG SECARA KESELURUHAN.
.
?? Engkau bilang si A B C - Z itu adalah orang yang baik dan mulia ... Mungkin itu karena engkau belum tau akan keburukannya atau kekurangannya yang tersembunyi dari pandanganmu.
.
Dan engkau bilang si A B C - Z itu adalah orang yang buruk/ jahat/ hina/ nista/ mengenaskan ... Mungkin itu karena engkau belum tau akan kebaikannya atau kelebihannya yang tersembunyi dari pandanganmu.
.
Jika kita dapat menyadari dan memahami, bahwasanya antara baik dan buruk itu selalu berjalan BERIRINGAN.
Maka dari itu, belajarlah memandang segala sesuatu secara KESELURUHAN.
.
Demikian pula halnya dengan diriku, yang bisa jadi tampak baik, pun bisa jadi tampak buruk dalam pandanganmu dan pandangan siapa pun.
.
Ya kembali lagi, tergantung dari sudut mana engkau memandang (atau memandangnya tanpa sudut pandang), karena sesungguhnya kehidupan ini seringkali penuh PARADOKS.
.
Just remember ... Bukankah hidup/kehidupan ini penuh dengan warna-warni.?

Jika hanya warna putih yang tampak suci, dan warna hitam yang tampak kotor ... Maka tentu tidak akan ada warna merah, kuning, hijau, biru, dsb.
.
Jika engkau tidak suka yang hitam, jangan lantas engkau mensucikan yang putih dan menafikkan yang lainnya ... Begitu pun seterusnya.

Jadi, saya peringatkan kepada para penghina JOKOWI, berhentilah menjelek-jelekan dirinya. Yang rugi nanti Anda sendiri. Semakin Jokowi di tekan, semakin dia mendapat simpati rakyat.
.
.
.
#EsterNuriaSurianegara 
#PenaPendosa.

Thursday, September 20, 2018 - 02:45
Kategori Rubrik: