Kenapa Pembakaran Bendera HTI Terjadi di Garut?

Oleh: Amin Mudzakkir

 

Karena harapan terakhir Prabowo untuk memenangkan Pilpres 2019 adalah Jawa Barat. Jumlah pemilih di provinsi ini adalah yang terbesar di Indonesia. Di sini, pada tahun 2014, Probowo unggul dibanding Jokowi, dan cukup pasti ingin mempertahankannya.

Kunci untuk memenangkan kontestasi politik di Jawa Barat apalagi kalau bukan isu Islam. Terutama di wilayah kultural Priangan, siapapun yang mau menang dalam pilkada, pilleg, dan pilpres harus mengesankan diri sebagai pro-Islam. Pada saat yang sama mereka akan menyerang lawan-lawannya sebagai anti-Islam.

 

 

Strategi itulah yang digunakan oleh oleh Prabowo pada 2014. Koran Obor Rakyat disebarkan secara terstruktur, sistematis, dan massif di daerah ini. Sekarang strategi yang sama masih tetap dijalankan, tetapi terutama lewat aplikasi whatsapp dan media sosial.

Kasus Garut adalah sebuah uji coba: sejauh mana dukungan terhadap Prabowo bisa dipertahankan. Memanfaatkan kelengahan anggota Banser NU pada peringatan hari santri nasional kemarin, uji coba itu tampaknya lumayan berhasil meraih simpati di kalangan Muslim modernis. Kalangan ini memang sejak awal tidak suka, setidaknya skeptis, terhadap Jokowi.

Akan tetapi, konstelasi politik Islam di Jawa Barat, khususnya Priangan, setelah Pilkada kemarin mengalami pergeseran. Koalisi Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum jangan disepelekan karena sesungguhnya mereka berdua membawa gerbong umat yang besar. Terutama para pendukung Uu dulu ikut-ikutan rangkaian aksi 212 ke Jakarta, tetapi sekarang mereka menyadari itu adalah tipu daya Gerindra dan PKS belaka.

Sekarang sasaran tembaknya adalah NU. Hal ini tidak terelakkan karena Prabowo mau menguji sejuah mana figur Ma'ruf Amin berpengaruh di kalangan Nahdliyyin sendiri. Tim strateginya sulit melakukan uji coba ini di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Mereka melakukannya di Jawa Barat di mana pengaruh politis NU terbatas hanya lingkungan pesantren tradisionalis tertentu.

 

(Sumber: Facebook Amin Mudzakkir)

Saturday, October 27, 2018 - 16:15
Kategori Rubrik: