Kenapa Harus Sholat Jumat?

Oleh: Denny Siregar

Itu pertanyaan dari seorang teman non muslim.. Saya senang dengan pertanyaan seperti ini, karena ini menunjukkan minat seseorang untuk mengetahui pandangan mereka yang berbeda keyakinan dengannya. Bukan untuk menyalahkan atau membenarkan, tetapi supaya mengerti.

Shalat Jumat bagi mereka yang beragama Islam menjadi wajib. Itu seperti sebuah apel, berkumpul-lah kaum muslim dari segala penjuru di satu tempat. Bisa di bilang ini adalah bagian dari merapatkan barisan. Dan di shalat Jumat itulah disampaikan pesan2 kepada umat muslim.

Lalu, kenapa harus hari Jumat ?

Ini berkaitan dengan hari yang mulia bagi umat Islam yamg di tetapkan Tuhan pada hari Jumat. Tuhan sudah membagi hari2 kepada agama2 samawi. Yahudi di hari Sabtu dan Nasrani di hari minggu sesuai yang tertera dalam hadis riwayat Muslim.

Benarkah Syiah tidak shalat Jumat ?

Ini menjadi pertanyaan paling menarik dari semua pertanyaan yang ada, karena begitu banyak isu yang berkaitan bahwa mazhab Syiah tidak shalat Jumat.

Syiah - sama dengan Sunni - wajib melakukan shalat Jumat. Hanya Syiah berpatokan pada syarat2 kesempurnaan diadakannya shalat Jumat. Salah satu syarat kesempurnaan menurut mazhab Syiah adalah bahwa shalat Jumat di satu daerah atau kota, harus berlangsung di satu tempat saja. Jadi tidak bisa dalam satu RW misalnya, banyak yang mengadakan shalat Jumat.

Syiah berpegangan pada dalil yg juga kuat. Karena itu, menurut mazhab syiah, shalat Jumat yang dilakukan di banyak tempat menjadi tidak sempurna syaratnya. Karena menurut Syiah, shalat Jumat adalah shalat politik, dimana disana disampaikan pesan2 politik supaya barisan rapat dan tidak mudah dipecah belah. Ketika shalat Jumat terpecah2, maka masing2 masjid pesan politiknya bisa berbeda2 sesuai kepentingan.

Tetapi meski begitu, sekarang sudah menjadi trend shalat Jumat bersama sebagai bentuk kerukunan. Adapun ketidak-sempurnaan syarat yang dimaksud Syiah, mereka ganti dengan tetap melakukan shalat zuhur.

Syiah dan Sunni adalah dua mazhab besar di dalam Islam, memang seharusnya tidak boleh terpecah. Karena ketika kedua mazhab ini dibenturkam. Yang rugi bukan hanya mereka saja tetapi kita semua akan merasakan dampaknya.

Seperti kata almarhum Ayatullah Khomeini : " Kita sibuk berdebat apakah sebaiknya dalam shalat tangan kita bersedekap atau tidak, sedangkan musuh ingin memotong kedua tangan itu.."

Setidaknya, jadikan hari Jumat hari yang mulia ini sebagai hari persatuan bagi seluruh umat muslim seluruh dunia, apapun perbedaam pandangannya. Karena seperti secangkir kopi, perbedaan manis dan pahit malah menaikkan kadar kenikmatannya.....

(Sumber: dennysiregar.com)

Friday, May 27, 2016 - 16:15
Kategori Rubrik: