Kenapa Erick Thohir "Panglima Perang Jokowi" Ini Ditakuti Sandi?

Ketua Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menilai perekonomian Indonesia saat ini masih dalam kondisi wajar. Ia menyatakan situasi perekonomian Indonesia saat ini berbeda jauh dengan krisis ekonomi 1998 meskipun kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menembus Rp 15.000. "Saya rasa begini, bahwa kalau kita melihat ekonomi dunia, itu memang sekarang sudah terjadi equilibrium. Apakah ekonomi Indonesia dibilang jelek? Tidak. Data-data menunjukan 1998 dengan sekarang jauh posisinya, tapi ada equilibrium yang terjadi di dunia," kata Erick di Media Center Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta, Jumat (7/9/2018). Ia pun meyakini tim ekonomi pemerintah mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi yang kini mendera Indonesia. Menurut Erick, masing-masing negara tentu memiliki strategi untuk mengatasi permasalahan ekonomi saat ini.

 

Oleh : Sadhu

Inilah bukti Jokowi siap perang dengan mengangkat "Panglima Perang" Erick Thohir sebagai Ketua Timses Jokowi secara tidak langsung dia sebagai panglima perang di media sosial.

Profesionalisme Erick Thohir yang sukses di Asian Games. Penunjukan Erick Thohir menjadi Ketua Timses jelas penuh perhitungan politik yang matang, karena untuk pemenangan pilpres memang dibutuhkan sosok yang profesional dan berpengalaman.

Ini bagian dari "jurus palugada" Jokowi menghadapi "jurus bangau", Sandiaga Uno. Prabowo kagak usah dihitunglah. Era Prabowo sudah selesai 2014 kemarin.

Nggak ada yang bisa dijual lagi dari Prabowo. Santri bukan. Mewakili kelompok Islam juga gimana gitu. Dikasih pilihan wakilnya ulama, nggak diambil. Isi pidatonya gitu-gitu aja dari dulu, bubar, bocor, bangkrut, ujungnya nyesel nggak kudeta 1998.

Lagipula amunisi pilpres yang beredar dari kantong Sandi. Maka jelas ini petarungan antara Jokowi dan Sandi. Semestinya lawan Jokowi itu, Sandy-Agus. Itu baru  seru pak ekoooooo.................

Peperangan pilpres diperkirakan akan sangat sengit di media sosial. Pengguna internet di Indonesia sebanyak 132 juta. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin banyak yang menggunakan medsos.

Erick Thohir adalah pendiri Mahaka Group. Perusahaan raksasa hiburan dan media. Di tahun 2008, bersama Anindya Bakrie mendirikan tvOne dan situs berita, Viva news.

Dia pemilik Republika, ANTV. Stasiun Jak TV, radio 98.7 Gen FM, Jak FM, Prambors FM, Delta FM dan FeMale Radio. Serta berbagai perusahaan yang bergerak di bidang periklanan, hiburan dan digital.

Boy Thohir adalah Kakak Erick Thohir. Seorang pengusaha dan investor tambang batu bara grup perusahaan di bawah bendera Adaro Energy.

Bersama Sandiaga Uno pada tahun 2005, ia membentuk konsorsium membeli saham Adaro Energy. Dia berhasil mencaplok Adaro Energy dari kepemilikan Australia.

Secara tak langsung, keluarga Thohir lah yang menunjukkan lubuk harta Sandiaga. Karena kebanyakan kekayaan Sandi di dapat dari keuntungan bisnis di Adaro. Tahun 2015 Sandy keluar dari direksi Adaro Energy. Inilah yang ditakuti Sandi, bisa membongkar rahasia kekayaan Sandi yang mungkin "ilegal" itu.

Duo Thohir termasuk orang terkaya ke 23 di Indonesia versi Majalah Forbes dengan total kekayaan 19an triliun rupiah. Diatas langit ada langit, diatas harta Sandy 5T ada harta keluarga Thohir.

Sebagai pengusaha mereka tahulah siapa-siapa orang Indonesia yang menyembunyikan hartanya diluar negeri.

Ini seperti permainan sepak bola. Tesis dan antitesis. Palugada, apa yang kubu sebelah jual, kubu Jokowi ada penangkalnya.

Mau pake isu Agama, ada K.H Ma'aruf berikut stempel halalnya. Mau kampanye hitam di medsos, ada Erick Thohir dengan alat tempur medianya.

Mau ngomong nasionalisme dengan tukar dollar? Mau ngomong ekonomi? Ada keluarga Thohir dengan rekam jejak boroknya pebisnis kita.

Ini pesan, jika anda ingin pemilu mengembirakan maka Jokowi siap. Jika anda ingin perang, Jokowi lebih siap.

Ayo apalagi ? Sekelas Ahmad Dhani, Sarumpaet, Rocky Gerung, Duo F, Neno, maju semua !. Jokowi cukup ngeluarin Ngabalin seorang,

 

Sunday, September 9, 2018 - 03:15
Kategori Rubrik: