Kenapa Cuma Indonesia yang Meributkan Vaksin China dan Kehalalannya?

ilustrasi
Oleh : Mila Anasanti
Penjaga haramain, Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud Hafizahullah, usia 85 tahun, kemarin disuntik vaksin covid-19 untuk gelombang pertama menyusul vaksinasi masal di Saudi:
Meski pakai vaksin Pfizer, tapi kapasitas belum mencukupi untuk warga Saudi, makanya pemerintah Saudi juga mau impor vaksin Rusia dan China:
Indonesia sendiri juga memesan vaksin Sinovac China, dan Pfizer. Jadi gak cuma vaksin China saja yang dipakai di negara kita nanti, kalau gak mau vaksin China juga bisa pakai vaksin yang lain, jadi ga ada harusnya alasan nolak vaksin karena dari China:
Turky juga sudah memproses resmi penggunaan vaksin Sinovac China untuk vaksinasi masal:
United Arab Emirates (UAE) juga sudah menerbitkan izin untuk melakukan vaksinasi masal dari vaksin China (dengan jenis vaksin yang sama dengan yang dipesan Indonesia, yaitu vaksin inaktif hanya beda merk):
Mesir juga sudah menerima vaksin China dan sepakat untuk vaksinasi masal:
Malaysia juga sudah menerima vaksin China sebagai penerima pertama:
***
MUI sudah mengeluarkan fatwa halal vaksin China:
Negara-negara muslim memesan vaksin China dan tidak mempermasalahkan halal haramnya.
Jadi kenapa cuma di Indonesia saja yang masih meributkan vaksin China? Meributkan status halalnya? Meributkan keamanannya? Efikasinya? Dan semuanya dicari-cari alasan. Terus malah nuduh MUI jadi kacung China?
Apa dikira ulama-ulama besar di dunia-dunia Islam juga tidak paham halal haram?
***
Btw, gak usah nyalahin pemerintah dengan fenomena mirip Bani Israil ini. Pemerintah salah, tapi apa itu lantas bisa menjadi pembenaran untuk berkelakuan seperti bani israil? Kalau gak mau merujuk pemerintah kan bisa merujuk ulama? Kenapa ulama yang malah dituduh-tuduh?
Pemerintah gak dipercaya, ilmuwan gak dipercaya, ulama gak dipercaya juga. Jadi mau percaya siapa?
 
Sumber : Status Facebook Mila Anasanti
Monday, January 11, 2021 - 19:00
Kategori Rubrik: