Kemenangan Suci ditengah Pandemi

ilustrasi

Oleh : Irene Indah

Saya mengikuti wawancara Metro Tv dengan Ustadz Das'ad Latif secara virtual tadi pagi.

Layaknya orang mendengarkan suatu ceramah tentu tidak akan bisa menceritakan secara persis 100 % . Tetapi saya menangkap pesan penting yang beliau sampaikan.

Idul Fitri di tengah pandemi ini sama maknanya dengan sebelum2nya. Hanya caranya yang berbeda.

Menjalankan ibadah suci ramadhan selama 1 bulan ibaratnya seperti sebuah proses pendidikan. Idul Fitri adalah moment penerimaan ijasah. Ada yang lulus dengan nilai A B C D , ada yang lulus dengan catatan2 tertentu bahkan ada yang tidak lulus.
Yang bisa menjalankan ibadah puasa seperti tuntunan Rasul itulah yang lulus. Yang masih banyak maksiat tentu saja tidak lulus.

Mengenai pelaksanaan sholat Ied , Ustadz Latif menjelaskan bahwa Nabi mewajibkan umatnya untuk memelihara keselamatan jiwa. Di Arab Saudi jauh lebih ketat peraturannya dibanding di Indonesia.

Mengenai silaturahmi secara virtual , intinya sama. Esensinya adalah saling memaafkan.Tidak perlu harus bertemu secara fisik. Kalau datang ke rumah itu namanya berkunjung. Silaturohim itu yang penting rasa dan niat hati. Walau secara virtual kalau niat meminta maaf dan memaafkan itu ikhlas, disitulah tercapai namanya silaturohim.

Itulah yg bisa saya tangkap dari sisi humanioranya. Yang tinjauan scr religi tidak berani menyampaikan krn belum tentu apa yang saya tangkap itu benar ketika saya tulis.

Selamat merayakan kemenangan suci di tengah pandemi bagi semua yang merasa lulus. Bagi yang belum lulus karena berbagai alasan, semoga masih ada kesempatan untuk remidi.

Saatnya saya menikmati kupat, opor, rendang, sambal goreng dll kiriman teman2. Enaaak sekali. Saya mendapat santapan rohani dari Perayaan misa, dari Ustadz latif dan sekarang saatnya santapan jasmani.

Sumber : Status Facebook Irene Indah

Monday, May 25, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: