Kemenangan Jokowi Adalah Pilihan Dan Keputusan Tuhan

ilustrasi

Oleh : Uju Zubaedi

Hanya kedunguan dan kegelapan yg yg membuat seseorang nekat menentangnya.

Benarkah demikian..?

Jika dilihat secara kasat mata apa yg terjadi di "medan pertarungan", boleh dibilang hanya sebuah keajaiban atau adanya kekuatan super dari "langit" yg memungkinkan Jokowi bisa menang..

Selama 5 th penuh sejak kemenangan Jokowi th 2014 sampat hari pencoblosan 2019, serangan kepada Jokowi begitu massif dan bertubi2. Berbagai wacana dan retorika hoax dan kebencian yg memojokkan, menghina dan memfitnah Jokowi begitu membahana dan mengelombang sepanjang waktu, baik di darat apalagi di udara (medsos). Aksi mobilisasi massa pun begitu gegap gempita baik di pusat (Jakarta) dan juga di daerah2.

Isu kagamaan, ijtima ulama, aksi "bela Islam" digelar massif berjilid2. Tidak hanya itu, "alam langit" pun dilibatkan. Malaikat dibawa2 kampanye, takbir2 berkumandang, "kalimat tauhid" dibuat atribut berkibar2, doa2 direka dan dimassifkan biar Allah ketakutan dan malu jika tidak mengabulkan. Solat tahajjud dan subuh berjamaah digelar massal di gbk.

Dg semua fenomena itu, ditambah klaim adanga "sinyal dari langit" untuk kemenangan Prabowo, kubu 02 begitu yakin bahwa kemenangan sudah di depan mata, maka berbagai sesumbar pun diluncurkan.

Amin Rais sudah membuat Panitia Pemulangan Jokowi ke Solo, karena Jokowi (katanya) akan pulang seperti bebek lumpuh.

Berbagai sesumbar diluncurkan ke publik, jika Jokowi menang :

Seorang perempuan muda bernazar akan berkeliling di area monas dg TELANJANG BULAT.

Seorang emak muda bernazar akar membakar anak mungilnya sendiri.

Emak2 lainnya bernazar akan pasrah diperkosa oleh para pria sekampungnya.

Seorang pria berduit bertaruh akan memberi cebong uang 100juta.

Tidak hanya itu, bahkan kubu Prabowu telah mulai merancang susunan kabinet dan bagi2 jabatan mentri.

Begitu yakin mereka akan menang karena meeasa bahwa nereka adalah "partai Allah" yg sedang berjuang "menyelamatkan" Allah.

Fenomena yg kita tonton pada pertarungan pilpres 2019 ini menimbulkan kegaduhan dan kegalauan emosi publik yg luar biasa, tapi mereka yg konsisten mengikuti petunjuk Allah akan tetap tenang (tathmainnul qulub) dan tetap tawakkal...

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah itu pasti benar, maka janganlah kehidupan dunia memerdayaimu dan jangan sampai Si Penipu memerdayaimu dengan (menjual nama) Allah. (Fathir : 5)

Faktanya kubu 02 begitu massif dan ektrim membungkus ambisi mereka dengan (atas nama) Allah. Retorika "bela Islam", atribut "tauhid", teriakan takbir, doa2 sangar yg dianggap "mujarab", menggunakan mimbar2 "dakwah" daan... masih banyak lagi..

Syukurlah, dg ayat di atas Allah mengingatkan bahwa semua itu adalah TIPUAN dari "AL GHORUUR" (sang penipu). Maka pada hari penetapan keputusan, Allah membuktikan janjiNya..:

ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ
Pada hari (ditetapkannya keputusan) ini Kami tutup mulut2 mereka; tangan2 merekalah yg berbicara bagi Kami, dan kaki2 mereka pun bersaksi ttg apa yg mereka USAHAKAN. (Ya Sin : 65)

Fakta dan fenomena di lapangan sangat jelas dan nyata. Menyikapi gegap gempitanya wacana dan retorika dari mulut2 mereka yg sarat deangan hoax, fitnah, caci maki dan penghinaan, Joko Widodo tidak pedulikan semua dan tidak membalasnya. Namun kaki dan tangannya yg kecil dan kurus itu teruus BEKERJA, BEKERJA dan BEKERJA. Tangan dan kakinya yg tak kenal lelah bekerja itulah yg "berbicara" dan "bersaksi" yg dipandang dan diperhitungkan Allah. Sedangkan mulut2 berbuih mereka itu dibungkam tak didengar.

Semua bukti2 nyata di atas, sejatinya mengantarkan kita semua pada suatu KESADARAN yg Allah inginkan, yaitu :

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلۡمُلۡكِ تُؤۡتِي ٱلۡمُلۡكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُۖ بِيَدِكَ ٱلۡخَيۡرُۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ

Katakanlah : “Ya Allah pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau perhinakan siapa saja yang Engkau kehendaki. Di tanganMu-lah "AL KHOER" (kekuasaan) ini. Sesungguhnya Engkau Maha Menakar atas segala sesuatu. (Ali 'Imran : 26)

Melihat berbagi fakta dan fenomena (ayat2 Allah) dihubungkan dengan berbagai petunjuk Kalamullah, tidaklah bisa disangkal bahwa kembalinya Jokowi sebagai Presiden untuk periode kedua ini adalan PILIHAN dan KEPUTUSAN ALLAH sejalan dengan SunnahNya sesuai QodarNya, Allah telah membuktikan janjiNya...

Lantas..., akankah para mantan kubu 02 ini terus melanjutkan sikap dan perilaku mereka selama 5 th silam ini dengan 5 th berikutnya...? Mereka terus menjadi pembenci (hater) Jokowi, yg apapun yg dilakukan Jokowi, mereka hanya mau nyinyir, melecehkan, menghina dsb. Tidakkah mereka mau menyadari bahwa sikap demikian itu tidak lain adalah berarti menyesalkan, menolak dan menentang pilihan dan keputusan Allah....?

وَقُلِ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡۖ فَمَن شَآءَ فَلۡيُؤۡمِن وَمَن شَآءَ فَلۡيَكۡفُرۡۚ ...

Dan katakanlah : “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka siapa yg hendak (beriman) berimanlah, dan siapa menghendaki (kafir) KAFIRLAH.” .. (Al Kahfi : 29)

Sumber : Status Facebook Uju Zubaedi

Sunday, April 28, 2019 - 16:15
Kategori Rubrik: