Kembang Karut Kebijakan

ilustrasi

Oleh : Alim

Kalau melihat pola mobilitas masyarakat sejak maret hingga sekarang serta kebijakan pemerintah yang godal-gadul, tampaknya akan terjadi gelombang naik turun angka penularan covid-19 yang diikuti kebijakan pemerintah: ketika dikendorkan grafik naik, ketika grafik naik aktivitas akan dikencangkan lalu grafik turun, ketika turun itu maka akan dikendorkan lalu grafik naik lagi.

Pertanyaannya, seberapa naik turunnya dan sampai kapan? Tergantung beberapa variabel: kecepatan pengambilan kebijakan berdasar kondisi saat itu, ketaatan masyarakat, kemampuan fasalitas layanan kesehatan untuk menangani pasien, ketersediaan-perkembangan obat/metode pengobatan dst.

Kemudian..
Setiap wilayah memiliki starting point/time yang berbeda, pola/trend grafik penularan yang berbeda, serta fasilitas layanan kesehatan yang juga berbeda. Oleh karena itu trend pandeminya juga berbeda. Jakarta, Jogja, Gorontalo punya trend yang berbeda. Tapi pitfallnya juga berbeda. Misalnya, meski Gorontalo memiliki angka penularan yang lebih kecil tapi memiliki kapabilitas/kapalitas fasilitas layanan kesehatan yang tidak sebaik Jakarta, maka kalau tertular di sana, nasibnya bisa berbeda. Ini sekadar contoh.

Kalau toh sekarang Jawa Timur disebut mengalami puncak, Jogja semoga puncaknya skr ini --jangan naik lagi, Jakarta sudah lewat puncak pertama dst dst... Jakarta bisa jadi naik lagi menuju puncak kedua pasca arus balik ketika Jawa Timur mulai menurun. Begitu seterusnya, sehingga Indonesia memiliki puncak yang bervariasi, bisa berulang kali, berdasar masing-masing wilayah. Harapannya, secara kumulatif nasional angkanya atau trendnya makin menurun seperti yang ditunjukkan di Jakarta R0 atau Rt dari 4 ke 1koma.

Karena berbeda-beda dan bergelombang naik turun dalam jangka panjang itulah maka saya duga kebijakan juga akan terus menyesuaikan secara kembang kerut. Kadang kenceng kadang kendor.

Nah dengan demikian, pemerintah daerah perlu mengambil kebijakan peningkatan kapasitas rumah sakit di wilayahnya, sambil berharap pemerintah pusat mensupport program penguatan rumah sakit ini secara besar-besaran.

Gelombang-gelombang penularan tadi akan berubah agak drastis ketika vaksin ditemukan dan diberlakukan dan/atau ditemukan antivirus yang paling sesuai/ampuh untuk SARSCov2 ini.

Kita sebagai masyarakat perlu memperkuat mental agar tetap awas tapi tanpa jatuh ke titik frustasi. Begitu frustasi dan mencari titik kenyamanan mental dengan menjadi ignorance, maka gelombang akan naik lagi. So, stay safe ya teman-teman, dengan mengindahkan prosedur proteksi diri yang baik. Tentu sambil berdoa vaksin dan antivirus spesifik segera ditemukan.

Salam sehat

_______
Sepertinya pemerintah mulai mengganti nama New Normal dengan istilah "Kembali Produktif di Tengah Pandemi"

Sumber : Status Facebook Alim

Tuesday, June 2, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: