Kemasan Vaksin Covid 19

ilustrasi
Oleh : Tonang Dwi Ariyanto
Kok kemasan dan spuitnya lain? Jangan-jangan beda?
Jadi ada 3 kemasan. Pertama, paling kiri adalah yang disiapkan untuk uji klinik. Dikemas dalam bentuk pre-filled syringe, tidak dalam botol kecil (vial) lagi. Artinya sudah disiapkan langsung dalam spuit. Tinggal disuntikkan. Tentu ini kaitan dengan proses uji klinik, harus tersamarkan dengan plasebo. Dosisnya 3 mcg dalam 0,5 ml (0,5 cc). Karena khusus untuk uji klinik, maka tertulis di kemasannya Only for Clinical Trials.
Kedua, foto di tengah adalah yang sekarang ini sedang digunakan untuk tahap pertama vaksinasi. Diimport dari PT Sinovac. Kemasannya dalam vial dengan tutup warna oranye atau jingga. Berisi satu dosis (singe-dose). Belum disertakan spuit. Maka saat penyuntikan, disediakan oleh penyelenggara (faskes). Dosisnya tetap sama 3 mcg dalam 0,5 ml (0,5 cc). Pada kemasannya bertuliskan Coronavac.
Foto paling kanan, adalah yang diproduksi Biopharma (bahan baku diimpor dari PT Sinovac, fill-and-finish oleh BIopharma). Dalam kemasan vial berisi 10 dosis dengan tutup warna biru. Tidak disertakan spuit. Maka saat penyuntikan disediakan oleh penyelenggara (faskes). Dosis per orang tetap 3 mcg dalam 0,5 ml untuk 10 dosis total 5 ml dalam satu vial. Pada kemasannya tertulis Vaksin Covid-19 BioFarma.
Kemasan multi-dose, lebih cocok untuk vaksinasi massal seperti saat ini, terkait distribusi dan pengelolaannya. Meskipun multidose, tapi tanpa tambahan zat preservative. Hanya syaratnya, begitu mulai dibuka, harus terpakai maksimal sampai 6 jam kemudian. Jadi memang nanti harus memperhitungkan jumlah yang akan divaksinasi. Suatu pilihan rasional pada pelaksanaan vaksinasi massal.
Demikian agar tidak menjadi simpang siur informasi.
Mangga.
@ TDA 15/1/2021
Sebagai catatan: saya bukan Jubir Pemerintah/Kemenkes, atau apalagi BioPharma. Ini murni niat pribadi saja untuk berbagi informasi. Tapi sejauh memang memungkinkan dan secara wajar dapat dilakukan, informasi ini sudah saya verifikasi langsung ke sumber pertama.
Sumber : Status Facebook Tonang Dwi Ariyanto
Monday, January 18, 2021 - 08:15
Kategori Rubrik: