Kemana Prabowo Jumatan Hari Ini?

ilustrasi

Oleh : Sahir Nopi

Sekarang tiap hari Jum'at diramaikan dengan pertanyaan Prabowo sholat Jum'at dimana. Menarik sebetulnya membedah dimana Capres koalisi Gerindra, PAN, PKS dan Partai Berkarya ini ibadah. Mereka yang getol mempolitisasi agama dalam jargon-jargon kampanye namun mengabaikan Capresnya sendiri beribadah dimana. Dari sejak kemunculan mantan suami Titik Soeharto sebagai elit politik negeri ini kita jarang tahu dimana dia beribadah. Entah sholat Jum'at atau sholat wajib lainnya.

Pun pergaulannya dengan tokoh-tokoh muslim, yang akhir-akhir ini justru menjauh dari 2 Ormas keagamaan besar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah. 

Memang Prabowo sempat mendatangi kantor PBNU, KH Sholahudin Wahid atau ke makam KH Hasyim Asy'ari namun sepertinya dirinya tidak faham ada banyak tokoh lain non struktural yang dihormati di kalangan NU. Pun demikian dengan Muhammadiyah. Meski menempatkan Amien Rais dalam jajaran penasehat tim BPN atau Dahnil Anzar sebagai Jubir, hingga saat ini Prabowo belum datang ke kantor PP Muhammadiyah secara formal apalagi bertemu Prof Syafii Maarif, pembaharu di Muhammadiyah.

Mengapa ini penting? beliau-beliau itu tegak dalam Islam yang kaffah, yang Rahmatan Lil Alaamin. Mereka tidak mau politik yang mempolitisasi agama. Jelas bahwa politik di Indonesia harus mengacu atau berdasarkan nilai-nilai agama yang kita anut.

Mengapa Prabowo justru menggalang sebuah kelompok Ulama yang sebenarnya tingkat keulamaannya masih perlu diuji waktu. Kenapa? Beberapa tokoh agama yang dekat dengan adik Hasyim Djojohadikusumo ini melakukan tindakan-tindakan yang secara prinsip agama dipertanyakan. Sebut saja Ustadz Bakhtiar Nasir yang menganjurkan minum kencing onta, Ustadz Tengku Zulkarnain yang sosmednya sering menebar fitnah/hoax, Ustadz Sambo yang tidak diketahui dimana dia mengabdi membesarkan organisasi atau Islam, Amien Rais meski mantan Ketua PP Muhammadiyah namun bicaranya malah menyakiti muslim lainnya dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, ramainya netizen mempertanyakan dimana sholat Jum'at Prabowo justru seakan-akan menagih kepada tokoh-tokoh muslim di sekelilingnya benarkah Prabowo melakukan sholat Jum'at?

Kemarin saat di Madura dalam sebuah kunjungan, malah memarahi ulama lokal yang diundangnya karena bicara sendiri. Hal ini menegaskan pengakuan Usamah Hisyam salah satu tokoh 212 yang terpaksa mundur mendukungnya karena 5 kali menggebrak meja saat pertemuan dengan para Ulama. Jika adab didepan para ulama saja begitu bagaimana didepan yang bukan ulama? Apa makna ibadah bagi dirinya? Apa efek sholat terhadap sikapnya? Bagaimana nilai-nilai Islam terinternalisasi dalam hati dan jiwanya? Sejauh mana Islam mampu menjadi pengendali hawa nafsunya? dan lain sebagainya.

Fakta-fakta diatas yakni dukungan sebagian kalangan muslim dengan perilaku pribadi sebagai Capres menjadi kontradiktif atau paradoks, bertentangan, Lantas apa makna pengakuan dukungan FPI, HTI, Ijtima Ulama, Alumni 212 itu? Cuma jadi dagangan politik saja?

Friday, March 1, 2019 - 07:30
Kategori Rubrik: