Kemana Kelompok Intoleran Berlabuh Paska Kekalahan Prabowo

ilustrasi

Oleh : Alto Luger

Pemilu tanggal 17 April 2019 sudah selesai. Partai-partai besar yang selama ini bersama dalam koalisi Prabowo-Sandi sudah mendapatkan apa yang mereka mau, yaitu masuk dalam parliementary treshold 4%. Sudah tidak ada lagi insentif untuk mencari elektabilitas. Sekarang ini adalah bagaimana saling telpon, saling me-lobby, saling WAan untuk mencari posisi dalam formasi kabinet baru 2019 - 2024.

Para pebisnis yang selama ini menjadi penyandang dana dalam gerakan yang mengekor Prabowo-Sandi juga sudah mulai melirik peluang bisnis di bawah pemerintahan baru. Investasi terhadap pasangan Prabowo-Sandi sudah selesai, dan dianggap sebagai investasi gagal.

Otomatis yang masih "menumpang" di dalam rumah Prabowo-Sandi hanya kelompok teroris dan kelompok Daulah Islamiyah seperti HTI. Hal ini sangat jelas terlihat saat Prabowo memberikan dua kali konferensi pers semalam. Mereka masih berharap adanya remah-remah uang yang masih bisa mereka dapatkan. Untuk itu maka mereka memberikan harapan-harapan palsu kepada Prabowo, karena mereka cukup mengerti psikologis Prabowo sebagai orang yang suka ABS.

Dari perkembangan ini maka posisi tawar Prabowo untuk menggerakkan massa dan dana sudah tidak seperti sebelum 17 April 2019!. Dia sudah bukan lagi aset yang menarik untuk dijadikan investasi. Partai-partai politik tahu itu, Sandi tahu itu! Prabowo menjadi irrelevant dalam konstelasi politik pasca 17 April 2019.

Saat ini, ada provokasi-provokasi yang dilakukan oleh kelompok teror dan elemen Daulah Islamiyah. Akan tetapi keberadaan mereka pun sudah tidak relevan dan penting lagi sekarang. Dengan demikian maka kemungkinan mereka untuk mengerahkan massa secara besar-besaran itu semakin kecil. Sel-sel teroris akan kembali ke taktik mereka semula, yaitu mencari celah untuk melaksanakan pola-pola serangan asimetris. Tetapi gerakan mereka sudah sangat dipersulit oleh aparat keamanan. Hal yang sama dengan kelompok Daulah Islamiyah. Mereka akan tetap melakukan aktifitas mereka, tapi akan lebih tersembunyi. Mereka tahu bahwa dalam lima tahun ke depan, sumber-sumber pendanaan mereka pasti akan dijadikan target oleh pemerintahan yang baru.

Presiden Joko Widodo sudah mengatakan terus-menerus dalam kampanyenya bahwa 5 tahun ke depan adalah waktu untuk membangun SDM. Sangat mungkin proses pembangunan SDM ini akan dimulai dengan proses pembersihan anasir-anasir Daulah Islamiyah, seperti HTI dari struktur pemerintah. Proses revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan juga sudah pasti menjadi target untuk membangun kembali fondasi Pancasila bagi generasi muda.

Oleh karena itu maka sebagai masyarakat, kita tidak perlu takut! Mari kita dukung Polri dan TNI untuk menjaga stabilitas bangsa dan menegakkan hukum! Kalau ada gerakan-gerakan atau ancaman teror maka sampaikan itu kepada aparat keamanan terdekat dan/atau lewat mekanisme laporan yang sudah dikenal.

Sekali lagi, tetaplah waspada, tapi jangan takut!

#IndonesiaTanahAirBeta

Sumber : Status Facebook Alto Luger

Saturday, April 20, 2019 - 12:15
Kategori Rubrik: