Kemana Anak-anak Berbakat Bulu Tangkis Berharap?

ilustrasi

Oleh : Indrie Ani

Saya hanya satu dari sejuta orangtua yg memiliki anak seorang atlet badminton, dan saya bukan berlatar belakang atlet. Saya sangat merasakan bagaimana perjuangan anak saya ingin masuk ke club terbesar impian para pemain badminton di Indonesia, PB DJARUM.
Masih teringat jelas di satu ketika kami berdua lewat depan Gor Djarum Jati Kudus. Kala itu anak saya baru belajar bermain badminton. Sengaja saya hentikan kendaraan di depan gor, dan dia bertanya : "Mama di dalam situ ada apanya ?". Saya menjwb : "Disitulah pemain2 dunia terlahir nak". "Aku bisa gk ya mah masuk kesitu?". Jwb saya sambil menahan air mata :"Kamu pasti bisa nak, dg kerja keras". Padahal sayapun tak pernah tau ada apa di dalam gedung yg sangat megah itu. Dan hanya membayangkan bagaimana bisa masuk kesana walaupun hanya sekedar masuk ke halamannya apakah diperbolehkan. Itupun terlalu tinggi rasanya keinginan itu.

2015 adl audisi pertama anak saya di PB DJARUM. Dan akhirnya sayapun bisa masuk ke Gor Djarum di Jati Kudus. Saya tak dapat berkata2 melihat gedung yg sangat megah dg fasilitas lengkapnya. Saya seperti org kampung yg baru liat kota (padahal mmg saya dr kampung. Woowwww luar biasa

Saya hanya membayangkan alangkah beruntungnya jika anak saya bisa masuk di club ini, pikir saya.....tapi rasanya impian itu terlalu jauh kami gapai.

Tahun2 berikutnya anak saya tetap mengikuti audisi tanpa pernah menyerah. Dan dia tetap memiliki harapan besar utk bisa masuk mjd atlet binaan PB DJARUM.

2018 adl audisi terakhir yg dia ikuti di kota Solo. Tak pernah bermimpi, anak saya mendapat Super Tiket dan memiliki kesempatan utk mengikuti Final di Kudus. Sampai disini belum berhenti, dia masih harus berjuang walaupun pada akhirnya harus gagal. Kecewa pasti....tapi dia memilih utk bangkit dan berlatih kembali.
Sampai pada akhirnya di awal thn 2019 dia diminta utk test di PB DARUM dan Puji Tuhan diterima. Ya Tuhan apakah ini mimpi ? Ya ini mimpi yg telah menjadi nyata.... Mengenakan jersey PB DJARUM yg bertuliskan nama di punggungnya adl suatu hal yg mustahil dulunya.
Terima kasih Tuhan its amazing 

Sampai disini perjuangan belum berakhir....
Dan disinilah tempat perjuangan itu dimulai...
Berlatih, disiplin dan sportifitas harus menjadi jiwanya. Menjadi pemain dunia adl impiannya...
Terima kasih PB DJARUM.....kami bukan siapa2, namun melalui semua dukungan dan fasilitas kau berikan anak kami berani terus mengejar impiannya

Dan masih berjuta anak berbakat dan berpotensi di luar sana yg memiliki impian yg sama dg anak saya.....lalu akan kemana mereka mengembangkan bakat dan potensinya jika tak ada wadah yg profesional yg dapat membina mereka ??
Apakah akan kita biarkan anak2 kita kembali dijejali dg tontotan2 televisi yg menyajikan drama2 bohong, ataukah kita relakan anak2 kita autis dg gadget masing2 tanpa tau yg namanya sosialisasi dan kepedulian dg sesama ???

Saya bukanlah siapa2, saya gk paham soal bulutangkis, saya hanya seorang ibu dari seorang atlet yg sangat terbeban berbagi kisah ttg perjalanan anak kami.
Menjadi seorang atlet profesional bukanlah instan. Jika saat ini ada satu lembaga yg sangat peduli seharusnya berterima kasihlah kita. Jangan terlalu picik melihat sesuatu hal dari keegoisan dan kepentingan semata.

Teruslah majukan bulutangkis Indonesia wahai PB DJARUM

Jangan pamit PB DJARUM....

Sumber : Status Facebook Indrie Ani

Wednesday, September 11, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: