Kemana Ahok Setelah Bebas?

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Oang dekat Jokowi bertemu Ahok sekitar bulan Desember. Mereka mendiskusikan, rencana Ahok setelah bebas.

Ahok hanya akan beberapa hari di Jakarta dengan sedikit agenda publik. Salah satunya wawancara di Metro TV tanggal 26 Januari. Topiknya sudah dipastikan tidak akan menyinggung masalah poltik dan hanya berkisar soal ringan-ringan saja.

Ahok menyatakan karir politiknya sudah habis. Dia akan menjadi motivator dan pebisnis. Setelah acara di MetroTV dia akan terbang ke Vancouver, Kanada mengawali rangkaian perjalanannya ke luar negeri memenuhi undangan sebagai pembicara.

Dipastikan, Ahok akan tetap berada di luar negeri sampai pilpres dilaksanakan bulan April mendatang.

Selain itu , Ahok dikabarkan sedang mempertimbangkan menerima tawaran untuk belajar Kebijakan Publik di Kennedy Center atau John F.Kennedy School of Government di Harvard University.

Kennedy Center adalah sekolah paling kondang sedunia dalam mencetak pemimpin bangsa. Artinya, dia akan bermukim di Massachusetts, USA setidaknya 2 tahun menyelesaikan program doktoralnya.

Selama diluar negeri, Ahok juga akan menjalankan bisnisnya yang tidak terurus karena berpolitik.

Kawan-kawan dekatnya bilang Ahok juga akan menikahi polwan ajudan mantan istrinya.

Salah seorang kawan dekatnya mengatakan, " Semua ini adalah keputusan Ahok dan jika berada dalam posisi Ahok, saya juga akan berbuat yang sama. "

"Dia sekarang lebih tenang. Lebih dewasa. Dia belajar dari kesalahannya di masa lalu. Ahok sadar perlunya introspeksi dalam perjalanan hidupnya."

****
The condor hero returns but fly away again. Meninggalkan pendukungnya yang terus berharap 
Sang Elang akan kembali ke sarangnya membawa perubahan.

Suatu saat nanti..

Entah kapan...

***) Disarikan dari artikel berita Asian Times, "Political Motives Behind Release of Indonesian High-Profile Prisoners " dengan terjemahan bebas disertai tambahan informasi tanpa mengurangi arti.

Berita ini menyiratkan Ahok sengaja mengasingkan diri dari hiruk pikuk politik di Tanah Air.

Artikel ini juga membeberkan motif politik yang kental terkait pembebasan Baasyir dan Ahok di minggu yang sama.

Selengkapnya: http://www.atimes.com/…/political-motives-behind-release-o…/

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan. 

 

Tuesday, January 22, 2019 - 12:00
Kategori Rubrik: