Keluarga Papua, Keluarga Indonesia

Ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Papua, selama hampir 70 tahun lebih merdeka - seperti terpinggirkan, termarjinalisasikan. Mereka hidup pada taraf yang 'tertinggalkan'. Hanya sejak Jokowi jadi presiden, Papua dibukakan pintu gerbang kehidupannya.

Bukan hanya secara fisik mereka diperhatikan dan diprioritaskan, tapi juga secara jiwa, emosi dan hati. Jokowi ingin orang Papua sungguh merasa bagian tak terpisahkan dari NKRI, bumi pertiwi tercinta. Hati mereka berpadu dengan semua hati saudaranya di berbagai belahan nusantara lainnya.

Maka Jokowi hadir berkali-kali. Ibu Iriana hadir berkali-kali. Ibu Negara ini punya ikatan emosional dengan Papua - ketika dulu masih bernama Irian Barat. Namanya, terambil dari nama pulau itu.

Jokowi dan Iriana hadir sebagai bapak dan ibu bagi Papua. Lihatlah gambar di bawah ini, dan lihatlah bapak dan ibu itu bermain gembira dengan anak-anaknya.

Jokowi dan Iriana membangun keluarga Papua. Dari sisi populasi, Papua tidak menyumbang suara secara siginifikan dalam Pilpres. Ini bukan soal kekuasaan. Dan memang bukan itu tujuan Jokowi. Lelaki kurus yang tangguh itu - bersama istrinya - hanya ingin merangkul anak-anaknya di Papua. Ia hanya ingin mencium mereka, menggendong mereka, memanusiawikan mereka. Ia hanya ingin membangun keluarga Papua.

Keluarga Papua, keluarga Indonesia...

Kemuliaan Presiden Jokowi dan Ibu Negara ini tak cukup hanya dibalas dengan puja-puji di dunia, namun lebih layak tercatat dalam buku kehidupan. Sebaliknya, segala caci-maki dan fitnah juga tak akan mampu melunturkan kemuliaan itu.

Buku kehidupan terlanjur mencatatnya : bagaimana anak kandung reformasi terbaik bernama Jokowi membangun keluarga Papua, keluarga Indonesia...

-HT-

Sumber : Herry Tjahjono

Sunday, April 22, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: