Keluarga Jokowi Tak Tergiur Duit APBN

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Pak Jokowi dan anak-anaknya tidak tergiur dengan hampir 12.000 Triliun uang negara (APBM 2018 sebesar Rp.2220 T) untuk memperkaya diri. Malah milih jualan martabak, jualan pisang. Anak penguasa paling konyol dalam sejarah Indonesia. Padahal sekelas bupati, seperti di Cianjur, 14 M hanya dari BOS dana pendidikan. Bahkan sistem yang Presiden Jokowi buat tidak meloloskan putrinya untuk jadi ASN.

Bagi orang serakah, menghabiskan triliunan untuk bikin berbagai macam Sandiwara, supaya bisa mengakses APBN 12000 Triliun itu, terasa murah. Anggap saja berjudi, 4 kali nyapres gagal, siapa tahu yang ke 5 gagal lagi. Eh, siapa tahu yang ke 5 berhasil. Kali aja bisa seberuntung Anis di DKI, kan bisa pesta lobster lagi sama geng DPRD. Dari anggaran dinas milyaran menjadi ratusan milyar. Gak masalah, kan uang rakyat, bukan uang mereka, yang penting sama-sama bisa mainin anggaran.

Jangan ketipu juga dengan jangji akan menyumbangkan gaji sebagai Cawapres. Karena jadi capres atau cawapres bukan membidik gaji, sekali lagi membidik APBN, itu yang membuat trah Suharto kaya 7 turunan. Gaji Cawapres itu hanya 20 juta, dengan tunjangan jabatan 22 juta, jadi gaji dan tunjangan hanya 42 juta perbulan. Uang operasional 5 Milyar.

Sandi janji menyumbangkan gaji ko gumun, kaget. Karena berbagai sandi wara, seperti rela dipeluk dan dicium nenek-nenek bau apek bukan untuk uang 42 juta tapi untuk dana 12000 Triliun, bahkan dengan sumberdaya alam dan swasta mencapai puluhan ribu triliun. Saya kira bisa diangka 30.000 Triliun dalam satu tahun, bahkan lebih. Mereka ambil 1%nya saja cukup membuat mereka kaya 7 turunan.

Mereka rela menghancurkan bangsa ini dengan Hoax demi mengakses uang itu, bukan uang receh. Paham !

Karena itu GOLPUT bukan pilihan.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Thursday, March 28, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: