Keluarga Amien Rais yang Merosot

Oleh: Amin Mudzakkir

 
 
Amien Rais adalah seorang yang sangat terpelajar. Keluarganya juga. Tahun 2000-an pada sebuah malam saya ingat pernah diajak seorang teman berdiskusi dengan Hanafi Rais di bilik majalah Sintesa Fisipol UGM. Kalau tidak salah dia adalah pemimpin umumnya. Kami berbicara tentang demokrasi dan semacamnya. Pokoknya asik.
 
 
 
Tetapi mengapa sekarang Amien Rais dan anak-anaknya jadi begitu ya? Jawabannya paling mudah adalah karena politik. Namun saya tidak pernah puas dengan jawaban yang mudah. Pasti ada hal yang lebih mendasar sedang terjadi.
 
Bagaimanapun Amien Rais adalah figur sentral di Muhammadiyah. Bahkan hingga kini pengaruhnya masih sangat kuat, mungkin paling kuat di antara dibanding figur Muhammadiyah lainnya. Oleh karena itu, cukup pasti sikap dan orientasi politiknya diikuti oleh anggota dan simpatisan organisasi Islam modernis terbesar di Indonesia itu.
 
Tentu saja saya tidak mempermasalahkan mengapa Amien Rais dan anak-anaknya memilih Prabowo. Ini adalah hak yang harus dihormati. Yang mengherankan adalah mengapa sampai segitunya? Apakah dia sadar sedang membawa gerbong umat yang besar di belakangnya?
 
Atau memang sedang ada perubahan mendasar di keluarga besar Muhammadiyah sendiri di mana Amien Rais hanyalah salah satu bagiannya? Saya kurang tahu persis. Konservatisme keagamaan memang menggejala di mana-mana, tidak hanya di Muhammadiyah, tetapi di kalangan NU juga. Dalam banyak hal saja.
 
Namun apa yang dipertontonkan oleh Amien Rais dan anak-anaknya kemarin ketika membela Ratna Sarumpaet memang kebangetan. Bahkan jika pun dilakukan dalam rangka strategi politik, itu adalah blunder besar. Mereka akhirnya jadi sasaran guyon recehan. Tetapi apakah mereka peduli?
 
 
(Sumber: Facebook Amin M)
Friday, October 5, 2018 - 08:15
Kategori Rubrik: