Kelompok Rasis Kulit Putih

Oleh: Leonardo Rimba

 

Akhirnya anda bisa ikut merasakan apa yg dirasakan orang Kristen ketika gereja dibom.

Penembakan masjid di Selandia Baru pelakunya bukan orang kristen tapi teroris rasis. Point saya adalah tentang perasaan senasib. Kalau anda tidak mau dibom maka anda harus anti semua teroris. Akui terorisnya dari kalangan apa. Dari kalangan Islam, kalangan rasis, atau kalangan apapun. Dan basmi sampai ke akar-akarnya.

 

 

Kejadian hari ini adalah balas dendam oleh "White Supremacist". Kelompok rasis kulit putih yg anti terhadap semua kulit berwarna. Termasuk anti-Yahudi.

Jadi tinjaulah sikap anti-Yahudi anda sekali lagi. Tinjaulah sikap anti-LGBT anda. Tinjaulah sikap anti-Cina anda. Tinjaulah sikap anti-budaya anda.

Kalau anda anti terhadap yg berbeda dari anda maka anda termasuk kaum iņtoleran. Segolongan dengan teroris di Selandia Baru. Segolongan dengan teroris yg membom gereja, vihara, pura, candi dll. Berkacalah.

"White Supremacist" atau Kelompok Rasis Kulit Putih di Selandia Baru itu mirip dengan kelompok rasis di Indonesia. Bedanya, yg di Indonesia rasis terhadap Tionghoa, terhadap Kekristenan, terhadap LGBT. Sama rasisnya. Cuma beda obyek. Jadi jangan anda berpikir berderajat lebih tinggi karena rasisme anda hanya terhadap Cina, Yahudi dan LGBT.

Kelompok rasis kulit putih mirip dengan kelompok rasis di Indonesia. Sama rasisnya. Anti terhadap yg berbeda. Intoleran.

 

(Sumber: Facebook Leonardo Rimba)

Saturday, March 16, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: