Kelompok Intoleran Mulai Unjuk Gigi

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Saya percaya masih banyak sekali elemen di republik ini yang percaya pada nilai dan etika berbangsa. Yang penuh dengan nilai moral dan keluhuran budi.

Berkompetisi dalam sebuah pemilihan kepala daerah atau kepresidenan adalah salah satu sarana untuk melihat apakah nilai dan etika itu dilakukan atau dipertahankan dengan sekuat tenaga.

Tidak ada artinya jika kemenangan diraih dengan cara hina dan nista. Dengan sentimen SARA atau metode intimidasi.

Tidak ada artinya jika kemenangan diraih dengan melabrak etika kemanusiaan, norma dan hukum.

Tidak ada artinya jika tirani dan penyebaran ketakutan dilakukan untuk meraih kemenangan.

"Menang tan ngasorake", kata falsafah Jawa. Atau menang tanpa merendahkan orang lain dan tetap berpijak pada budi pekerti.

Jika kemenangan itu diraih dengan ngasorake atau merendahkan diri sendiri sekaligus liyan, kemenangan itu hanyalah sebatas kemenangan formal, bukan substansial.

Tak terbatas lawan politik. Kawan seiring pun harus sepakat dan diingatkan tentang falsafah luhur dan etika berbangsa.

Tidak berbatas kawan seiring, calon pemimpin juga harus bekerja sangat keras memastikan para pendukungnya berkompetisi secara luhur dan beradab, bukan sebaliknya, membiarkannya demi kekuasaan.

Semoga kita semua tidak termasuk yang demikian, yang menghalalkan segala cara dan merendahkan liyan, untuk kemenangan dunia belaka.

Semoga menjadi perenungan bersama

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Tuesday, May 1, 2018 - 21:15
Kategori Rubrik: