Kelangkaan Masker Akibat Doa

ilustrasi

Oleh : Yamin El Rust

Masker N95 atau N99 yg harga pasaran awalnya Rp 5.000 - Rp 15.000 per buah untuk merk 3M dan Honeywell yg sekarang sudah melonjak 4-10x lipat. Lonjakan harga ini memang sesuai supply and demand, karena sekarang ini tidak ada pasokan baru dari produsen masker N95/N99 yg masuk ke Indonesia.

Sebagai catatan, pabrikan di China yg menjadi produsen utama merk 3M, Honeywell, Altamed dll, yg beredar di Indonesia dan negara lain, sudah diintervensi oleh pemerintah China untuk menyediakan kebutuhan bagi seluruh penduduknya.

Berapa sih kebutuhan masker N95/N99 di China sekarang ini?

Jika kita menghitung pemakaian secara optimal pada wilayah terjangkit virus Novel Corona seperti Wuhan, maka dibutuhkan 1 buah masker N95/N99 per hari per orang atau 12 juta masker per hari. Sedangkan wilayah lain di China masih bisa menggunakannya selama 3-4 hari untuk pemakaian 24 jam per hari.

Tidak ada patokan atau indikator pasti seberapa lama masker tsb bisa digunakan di luar wilayah terjangkit virus, tapi produsen sudah memberi tanda kapan masker harus diganti, yaitu saat elastisitas karet pengait berkurang yg.biasanya setelah 5-6 hari pemakaian.

Secara kasar dari penjelasan di atas bisa dihitung bahwa kebutuhan masker N95/N99 di China mencapai 100-200 juta buah per hari, bahkan bisa meningkat 2 kali lipatnya. Kebutuhan ini jauh di atas kapasitas terpasang produsen masker di China. Untuk memenuhi kebutuhan, pemerintah China sudah menaikkan kapasitas terpasang dari produsen masker, juga sudah menghentikan penjualan masker ke luar China sejak 14 hari lalu.

Dari komunikasi langsung dgn supplier di China, sampai beberapa bulan ke depan bisa diipastikan tidak ada pasokan dari China sebagai produsen utama masker ke negara lain. Bukan tidak mungkin justru pemerintah China mengimport masker dari negara lain.

Nah hal seperti ini harusnya sudah diketahui pemerintah Indonesia cq Kementerian Kesehatan dan BPOM. Tidak cukup hanya dengan menyebut hoax sebagai alasan peningkatan demand masker N95/N99. Penggunaan masker sekarang ini memang hanya sebatas pencegahan yg kadang terasa berlebihan. Namun, ini tidak serta merta menempatkan masyarakat sebagai korban hoax, karena masyarakat tidak pernah tahu ketahanan tubuhnya seperti apa dan apakah itu cukup untuk menangkal virus Novel Corona. Terlebih lagi, langkah diseminasi terkait informasi virus Novel Corona yg dilakukan Kementerian Kesehatan tidak begitu terdengar gaungnya.

Rasanya sudah boleh dikatakan bahwa masker dan peralatan media lainnya yg menjadi kebutuhan primer pada saat tertentu harusnya tidak mengandalkan pasokan dari negara lain. Sudah sepantasnya Indonesia mendirikan pabrik masker dan peralatan medis lainnya untuk memenuhi kebutuhan lokal bahkan ekspor.

BUMN Kesehatan sebagai organ pemerintah juga tidak perlu menempatkan pemerintah sebagai pihak yg lalai dalam pengedalian pasokan dan harga masker, tapi justru harus memulai terobosan dgn melihat setiap kejadian luar biasa sebagai peluang pasar. Bukankah demikian, pak Presiden Joko Widodo? Sepakat kan kalau doa saja tdiak cukup tanpa usaha?

Sumber : Status Facebook Yamin El Rust

Friday, February 7, 2020 - 13:45
Kategori Rubrik: