Kekuatan Seorang Ibu

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Seorang ibu yang ketika anaknya lahir, tak di lihat apakah itu pria atau wanita. Si Ibu akan segera mendekap bayinya dengan cinta dan senyuman bahagia tak terbilang. Sakit mendera selama proses melahirkan terasa hilang begitu saja. Kali pertama manusia mendapatkan dekapan cinta adalah dari seorang Ibu. Melihat anak dalam dekapan ibu dan kali pertama mendapat ASI, Malaikat tersenyum seakan berkata bahwa " Kamu akan baik baik saja karena kamu mendapatkan malaikat terbaik yang di sediakan Tuhan untuk merawatmu dalam kelemahanmu. Ia akan selalu mengkawatirkanmu sepanjang waktu , mendoakanmu sepanjang usia. Dia adalah Ibumu. "

Benarlah ketika anak di ketahui mempunyai kekurangan di bandingkan anak lainnya maka ibu tampil menjadi melaikat terbaik bagi si anak. Tidak meratapi kekurangan apalagi mengeluh tapi tampil meyakinkan si anak bahwa ibu akan selalu ada untuk mu nak. Mari kita hadapi dunia ini bersama sama. Begitulah seakan yang di ungkapkan oleh teman ketika mengetahui anaknya terkesan autis yang hyperaktif, yang tumbuh seakan memiliki tiga ke pribadian. Kemampuan ogika intelensi bak usia 16 tahun, fisik umur 7 tahun, namun mental sosial emosi seperti anak umur 4 tahun.

Namun dia berusaha bangkit untuk menjadi sahabat terbaik bagi anaknya. Sahabat yang paling mengerti. Dia berusaha memahami anaknya dan menjadi bagian dari anaknya. Berlalunya waktu si anak dapat tumbuh dan berkembang dengan keterbatasannya. Ketika usia sekolah terpaksa di keluarkan dari sekolah. Si ibu tampil menjadi guru bagi si anak dan mengajarkannya bagaimana mengenal dunia dari keterbatasannya. Tanpa kesabaran dan kekuatan cinta ibu hampir tidak mungkin ini dapat di lakukan.

Kemudian apa yang terjadi? Anak itu mampu mengembangkan potensi inteligensia dan emosinya dengan sempurna. Dari waktu ke waktu anaknya tumbuh menjadi dirinya sendiri, yang tak ragu berkompetisi menghadapi kehidupan yang tidak ramah. Kini anaknya siap bertarung menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Anaknya tak ragu untuk mengikuti jejak sang ibu yang almamater ITB. Akankah anak itu berhasil ? Apapun itu sang anak akan selalu baik baik baik saja karena kekuatan cinta dari ibu tak ada yang bisa menandingi. Karena itu bersumber dari kekuatan Allah.

Saya teringat akan ibu saya dan diri saya sendiri. Betapa tidak. Sejak usia balita kaki saya letter O. Dan kemampuan menghapal atau daya ingat saya sangat rendah serta tak mampu mengungkapkan pikiran saya lewat tulisan yang paling sederhana sekalipun. Namun kesabaran dan kekuatan cinta ibu saya bisa membuat kaki saya yang letter O menjadi normal. Sejak SD sampai dengan tamat SLTP , Ibu saya dengan kesabaran luar biasa menuntun saya untuk punya kemampuan menghapal dan mengungkapkan pikiran.

Kini walau tidak sempurna seperti orang lain ,kemampuan daya ingat saya bisa menghapal bahasa asing sehingga saya tidak imperior berkomunikasi bisnis dengan orang dari manca negara. Dengan kemampuan mengungkapkan pikiran lewat tulisan, buku yang saya tulis sudah di terbitkan oleh penerbit terkenal. Melihat apa yang saya capai kini maka itu semua adalah kekuatan cinta dari ibu saya, yang hanya tahu bahwa beliau mendapatkan amanah dari Tuhan dan beliau menjaga amanah itu dengan sebaik baiknya yang bisa di lakukan. Doanya untuk saya tak pernah henti sepanjang usianya.

Ibu...anakmu adalah amanah terindah dari Allah. Allah tidak akan pernah salah menitipkan anak kepadamu. Kekuatanmu adalah cinta. Hadapi anak dengan cinta. Anakmu akan menjadi seperti apa yang kamu pikirkan. Ibu saya perna berkata " Dunia tidak seburuk yang dibayangkan. Walau semua orang mengabaikan dan meragukanmu, ibu akan selalu ada untukmu dan kamu adalah yang terbaik bagi ibu. Kamu akan baik baik saja selagi kamu dekat kepada Tuhan. Doa ibu akan selalu mengiringi langkahmu,nak. "

Note: Selamat untuk Yanti Wij atas peluncuran bukunya " Melihat dunia" , semoga pengalaman anda mendidik putra anda, Izzan dapat menginspirasi ibu ibu lain. ** (ak)

Sumber : Facebook Erizeli Jely Bandaro

Tuesday, May 31, 2016 - 10:45
Kategori Rubrik: