Kekuatan Cinta Adalah Memberi

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Tausiah di Kapal Bakauhi Merak..

Senja itu memerah di upuk. Setelah supir parkit mobil di dek kapal saya keluar untuk menuju bar yang ada di kapal untuk minum kopi.Ketika itu saya bertemu dengan seorang wanita bersama anak laki lakinya berusia remaja. Dia menegur saya dan kami akhirnya ngobrol.

Wanita itu bercerita bahwa empat tahun dia merawat suaminya sakit keras.Karena sakit itu dia kehilangan harta. Akhirnya setelah perjuangan panjang merawat suaminya , akhirnya dia harus ikhlas ketika Allah mengambil suaminya. Dua tahun setelah suaminya meninggal dia mendapatkan jodoh pria soleh dan pekerja keras yang memberi dia harta melimpah namun itu tidak membuat dia bangga tapi semakin membuat dia untuk terus berbagi sebagai tanda syukur.

Ada juga cerita lain dari pengalaman dari seorang ibu tentang perjuangannya merawat suaminya. Awalnya di RS. suami saya didiagnosa kanker lambung, setelah itu saat pengobatan suami saya masuk RS lagi karena rasa sakit di bagian skrotumnya, dan dokter mendiagnosa adanya hernia skrotalis .Sebelumnya suami saya ada riwayat diabetes.Saat mau di operasi banyak dokter bedah dan anastesi yang tidak mau ambil resiko untuk operasi tsb.. sampai akhirnya suami saya menjalani pengobatan dengan cara minum obat obatan saja.. dan selang beberapa bulan suami saya mengeluh sakit di bagian perutnya dan timbul benjolan di perutnya bagian pusarnya (umbilikus) awalnya kecil dan semakin lama semakin besar

Ternyata bukan hanya satu penyakit yang dialami tapi penyakit ginjal yang dialaminya adalah efek dari konsumsi obatan yang terlalu lama untuk pertahanan hidupnya.. yg berimbas ke beberapa organ lainnya seperti ginjal dan hati nya. Kanker suami saya sudah menyerang sampai ke paru parunya bahkan sampai ke hatinya. Suami saya cuci darah seminggu 3 kali, dan uang saya habis selanutnya saya hanya berharap dengan BPJS.

Selama 6 tahun saya bertahan hanya untuk suami saya, kotorannya pun saya yang bersihkan. Anak anak saya masih pada sekolah, saya belajar untuk tegar dihadapan anak anak saya agar mereka pun tetap semangat walaupun mereka sedih. Saya ajarkan ke anak anak saya untuk hidup harus tetap berjalan apapun cobaannya. Allah pasti akan kasih jalan keluarnya. Saya sayang dengan suami saya.Karena dia saya bertahan. Saya cinta dengan suami saya sebagai cara saya beribadah kepada Allah.

Saat ini harta sudah Allah ambil semua tapi Allah masih sisakan anak anak saya.. dan saya harus beri contoh ke mereka bahwa ayahnya akan melewati masa sulit seperti. Inilah kehendak Allah kepada ayahnya. Karena bukan tidak mungin inilah cara Allah menghapus dosanya. Apapun hasilnya saya serahkan ke Allah. Yang pasti saya akan berusaha buat suami saya dan memastikan dia merasa senang karena ada saya disampingnya selalu. Menurut cerita wanita itu sebagai saksi dan penuntun suaminya menyebut nama Tuhan ketika ruhnya berangkat pulang. Tak ada lagi air mata. Ikhlas karena Tuhan.

Sebagaimana cerita kenalan saya di kapal itu ,maka kekuatan cinta memang adalah memberi , bukan meminta. Tak ada cinta dari kebanggaan mendapatkan apa saja dari pemberian suami.Tapi berkorban adalah kekuatan cinta itu sendiri.

Anak ku..Bila suami sakit jangan pernah tinggalkan karena syurga Allah ada bersama keikhlasan kamu menjaga suami sampai akhir hayatnya.Cinta yang kamu beri adalah jalan indah menuju sorga,di dunia maupun di akhirat, dan itu adalah berkorban dimana harus melepaskan sesuatu yang pada waktu bersamaan kamu sangat membutuhkannya..

Pahamkan sayang..** (ak)

Sumber : Facebook Erizeli Jely Bandaro

Thursday, July 7, 2016 - 10:00
Kategori Rubrik: