Kekalahan Ganda Prabowo, Duo Mantan Panglima Senasib

ilustrasi

Oleh: Rina Deviana

Prabowo dua kali bertarung dengan Jokowi. Dua kali itu juga ia kalah. Yang pertama pada Pilpres 2014 dan yang terakhir 2019. Prabowo juga dua kali bertarung dengan SBY. Satu kali mencoba maju lewat Golkar pada Pilpres 2004, namun gagal. Dan yang satu lagi pada Pilpres 2009 sebagai cawapresnya Megawati.

Prabowo yang sudah hampir pasti kalah pada Pilpres 2019, satu persatu ditinggalkan oleh partai koalisinya. Demokrat sudah mulai menarik diri dari Prabowo. PAN-Zulkifi Hasan terlihat minum kuah ayam gulai di istana bersama Jokowi. Zulkifi memang malu-malu kucing kepada Jokowi. Namun ia rela disebut demikian demi keuntungan dirinya dan partainya.

Sementara PKS sudah tenang, aman sentosa, setelah sukses menebeng Prabowo. Mardani Ali Sera saat ditanya dimana markas perhitungan real count Prabowo? Ia menjawab tak tahu sama sekali. Ini berarti, Mardani sudah tidak ambil pusing dimana markas penghitungan suara Prabowo. Bodo amat. Yang penting suara PKS meningkat 2-3 persen tanpa biaya.

Bagaimana dengan Neno Warisman? Kelihatanya ia tidak lagi bertarung dengan Titiek memperebutkan kursi Ibu negara mendampingi Prabowo. Neno mungkin tidak mau lagi menyembah Khaliknya karena tidak dikabulkan doanya. Sekarang hati Neno lagi teriris-iris meratapi kekalahan Prabowo.

Media juga mulai menguak bahwa Sandiaga akan diberi KTA PAN. Sandiaga akan masuk PAN? Ah bisa saja. Saat Prabowo bersama Amin Rais melakukan syukuran di Taman Mini, Sandiaga tak menghadirinya. Mungkin Sandiaga sudah tak mau lagi ikut-ikutan membuang waktu. Sudah saatnya meninggalkan Prabowo.

Ahmad Dhani yang dulu begitu lantang mendukung Prabowo, sekarang lagi menangis di penjara. Ternyata Fadli Zon dan Prabowo tak mampu membebaskannya dari penjara. Kasus video ‘idiot’ Ahmad Dhani, tinggal menunggu vonis hakim. Bisa-bisa Dhani akan semakin lama meringkuk di penjara.

Ratna Sarumpaet tidak jauh beda. Ia bisa dipastikan masuk penjara akibat kebohongannya sendiri. Syukur-syukur kalau ia tidak menyeret orang-orang yang menyebarkan kebohongannya selama ini. Jika ikut terseret, maka syukurlah akan berkuranglah para penyebar hoax.

Lalu ada duo jenderal yang sama-sama mantan Panglima TNI senasib di kubu Prabowo. Yang satu mantan Jenderal Gatot dan yang satu lagi Jenderal Djok Santoso. Jenderal Gatot yang dulunya asyik bermain dua kaki, dipastikan tak punya masa depan bersama Prabowo.

Mantan Panglima TNI yang lain, Jenderal Djoko, pun tidak jauh beda. Setelah melontarkan pernyataan memalukan bahwa Prabowo bisa menang 80 persen kalau tidak dicurangi, Djok dicibir oleh kaum waras. Bisa dipastikan kiprahnya ke depan tak lagi terdengar. Mungkin ia dianggap sebagai biang kekalahan Prabowo.

Ada lagi dua mantan menteri yang cukup dikenal di kubu Prabowo. Yang pertama Sudirman Said. Sosok ini selain dipecat Jokowi, juga dua kali menderita kekalahan. Yang satu di Pilkada Jawa Tengah dan yang satu lagi di Pilpres 2019. Karena Prabowo kalah maka jatah kembali ke kursi empuk SDM kandas. Dia pasti pelan-pelan pergi dari sisi Prabowo.

Mantan menteri yang satu lagi namanya Ferry Mursyidan Baldan. Sosok ini akan secepatnya menarik diri dari Prabowo. Toh apa yang diharapkan lagi dari diri seorang Prabowo? Tak ada. Hanya ilusi dan halusinasi yang ada.

Ada dua mantan Wakil DPR yang juga bernasib sial bersama Prabowo. Yang satu bernama Priyo Budi Santoso. Sosok ini dua kali kandas untuk maju sebagai anggota DPR. Pertama tahun 2014 lewat Golkar dan yang terakhir lewat Partai Berkarya yang tak lolos ambang batas masuk Parlemen ke Senayan.

Lalu wakil DPR yang lain bernama Fahri Hamzah. Sosok ini tak akan lagi menjadi wakil DPR sana. Ia mungkin sibuk menagih duit hukuman kepada partainya PKS. Ke depan suaranya yang mengaum namun tak berisi, pelan-pelan hilang.

Jangan dilupakan dua ustad Kondang yang pada saat-saat terakhir menyeberang ke kubu Prabowo. Ada AA Gym dan Ustad Abdul Somad. Kelihatannya doa kedua ustad ini tak begitu manjur. Pun wangsiat dan mimpi UAS bahwa Prabowo menang meleset total. Ternyata mimpi UAS adalah mimpi basah di siang bolong. Memalukan.

Kini di samping Prabowo hanya ada kesebelasan yang mungkin masih setia mendampinginya. Saya urutkan namanya: Amin Rais, Fadli Zon, Rizieq Shihab, Slamet Ma’arif, Yusuf Martak, Haikal Hassan, Al Khatat, Rizal Ramli, Bachtiar Nasir, Tengku Zulkarnain dan Eggi Sudjana. Pendukung yang lain adalah pemain cadangan. Dan waktu akan menguji kesetiaan mereka.

Pilpres sudah selesai. Perhitungan suara di KPU juga tinggal menghitung hari akan selesai. Gugatan ke MK juga dipastikan hanya sebagai bumbu demokrasi. Lalu pada bulan Oktober Jokowi dilantik sebagai Presiden RI periode kedua.

Lalu apa yang sisa kepada Prabowo? Hanya kekalahan ganda. Ia yang sudah kalah, habis duit, hilang wibawa, memalukan telah sujud, ditinggalkan pula satu demi satu oleh pendukungnya. Kelak Prabowo hanya ditemani oleh kucingnya.

Sumber : Status Facebook Rijalul Wathan Al Madury

Saturday, April 27, 2019 - 18:15
Kategori Rubrik: