Kekaguman yang Tidak Pada Tempatnya

Ilustrasi

Oleh : M Yusmadi

Saya Punya Pengalaman Mengagumkan.
Saya Melihat Seseorang Yang Saya Kenal Sering Sekali Datang Ke Mesjid.
Terkadang Dalam Sehari Dia Bisa Sampai 8 Kali Bolak Balik Ke Mesjid.
(Kurang Dari Itu Tidak Mungkin Karena Orang Itu Adalah Tetangga Saya Sendiri)
Dan Hal Itu Dia Lakukan Setiap Hari Selama 2 Tahun Lebih Lamanya.

Ketika Itu Saya Langsung Kagum Kepadanya.
Dalam Pikiran Saya.
Saya Sangat Iri Dengan Kesholehannya.
Saya Sangat Iri Dengan Ke'alimannya.
Saya Sangat Iri Dengan Keistiqomahannya.

Ketika Itu Saya Juga Langsung Ta'dzhim Kepadanya.
Dalam Hati Saya.
Saya Sangat Ingin Seperti Dia.
Saya Sangat Ingin Mengikutinya.
Saya Sangat Ingin Menjadi Muridnya.

Kemudian.
Beberapa Bulan Berlalu.
Tiba Tiba Dia Seakan Hilang Di Telan Bumi.
Saya Yang Terusik Karena Telah Terbiasa Melihat Kehadirannya Di Mesjid Pun Jadi Bertanya Tanya.
Ada Apakah Dengan Dia ?
Kemanakah Dia ?
Bagaimanakah Keadaan Dia ?

Lalu.
Saya Memberanikan Diri Bersilaturohim Ke Rumahnya.
Dan Saya Dipersilahkan Masuk Oleh Orang Tuanya.
Saya Terkejut Seketika.
Ternyata Tetangga Saya Yang Rajin Ke Mesjid Ini Sedang Terbaring Sakit Di kamarnya 
Setelah Berbincang Sekedarnya.
Saya Pun Mencoba Bertanya.

" Anda Ini Saya Perhatikan Sering Sekali Ke Mesjid.
Bahkan Di Waktu Waktu Tidak Sholat Pun Anda Juga Tetap Datang Ke Mesjid.
Kalau Boleh Tahu.
Sholat Atau Amaliyyah Apakah Yang Seringkali Anda Lazimkan Di Mesjid Hingga Sampai Datang 8 Kali Lebih Itu ?
Barangkali Saya Boleh Meminta Ijazah Beserta Sanadnya Agar Lebih Barokah Dan Supaya Saya Bisa Seperti Anda Yang Sholeh Ini ".

Kemudian Dia Menjawab Sambil Tertawa.
" Sholeh ? Amaliyyah ? Ijazah ? Sanad ?
Wah Wah Wah Bang !
Abang Kira Saya Ini 'Alim ?
Bang ! Bang !
Saya Itu Menderita Gejala Kencing Manis Bang !
Berhubung Saya Seringkali Ingin Buang Air Kecil.
Dan Karena Kebetulan Saya Sering Mangkal Di Depan Gang Samping Mesjid.
Jadi Saya Menumpang Kencing Di Toilet Mesjid Sana.
Soalnya Kalau Pulang Ke Rumah Tidak Bakalan Sempat ".

Akhirnya Kami Pun Tertawa Bersama.
Tidak Lupa Saya Juga Meminta Maaf Karena Telah Menyangka Dia Yang Tidak Semestinya.
Meskipun Prasangka Saya Itu Adalah Prasangka Baik.
Tapi Dia Sendiri Mengaku Tidak Merasa Melakukan Seperti Yang Saya Sangka.
Ah Sungguh Pribadi Yang Sangat Rendah Hati Ternyata.

(Mungkin) Hikmah Dari Cerita Saya Ini Tidaklah Elok Kau Sebarkan Dan Pamerkan Seberapa Sering Kau Melakukan Sesuatu Kebaikan.
Jika Ujung Ujungnya Hanya Untuk Kau Sombongkan Dan Membuat Mu Tenggelam Dalam Keangkuhan.
Karena Yang Orang Perhatikan Bukan Hanya Banyak Atau Seringnya Perbuatan Baik Itu Kau Lakukan.
Melainkan Sudah Tercapaikah Tujuan Dari Perbuatan Baik Mu Itu.
Apakah Akan Mendatangkan Kemashalatan.
Ataukah Cuma Sekedar Menimbulkan Kemudhoratan.

Seorang Bijak Pernah Berkata !
Berbuat Baik Dengan Cara Yang Tidak Baik Adalah Sebuah Kesia Siaan.
Mencegah Kemungkaran Dengan Cara Yang Mungkar Adalah Suatu Kebodohan.
Sombong Demi Sesuatu Yang Belum Tentu Benar Adalah Kegagalan Paham.

Salam Yassalam

Sumber : Status Facebook M Yusmadi

Friday, December 8, 2017 - 15:45
Kategori Rubrik: