Kekacauan Dunia Islam

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

teologis-ideolos, pemahaman, doktrin, dan gerakan diilhami oleh Ibn Taimiyah.

Kitab-kitab Ibn Taimiyah yang sudah lama terkubur, setelah kurang lebih 600 tahun lamanya bangkit kembali dari kubur, dengan penerbitan pertama di Mesir pada tahun 1937, tentu saja setelah kitab-kitab tersebut dibaca ulang oleh Muhammad bin Abdul Wahab, Muhammad Abduh dan banyak dikutip oleh Rashid Rido.

Sayangnya kitab-kitab Ibn Taimiyah, terutama Majmu Fatawa, kitab Ibn Taimiyah paling monumental itu, belum sempat ditahqiq sesuai prosedur penahkikan (editorial) yang baku seperti saat ini (uji naskah, komparasi teks [مخطوطة] yang satu dengan yang lain sesuai ilmu filologi dan disiplin ilmu terkait).

Kitab yang belum waktunya lahir atau sebenarnya tidak boleh lahir sama sekali berbedar dan diterima dengan gegap gempita oleh kalangan tekstualis; mujasimah merasa akidahnya terhubung dengan salaf salihin, seperti misalnya akidah "tuhan bersemayam diatas Arasy", berkat Ibn Taimiyah orang-orang tidak bermadzhab merasa bernaung dalam lindungan madzhab Hanbali, dan kaum fundamentalis mempunyai argumen-argumen jihad dan takfir untuk menggempur sesama umat Islam diluar kelompoknya.

Ibn Taimiyah menjadi semacam benang kusut yang menyambungkan inferioritas dan kegamangan sebagian umat Islam dengan masa lalu yang utopis.

Salaf yang dimaksud oleh kelompok itu tidak lain adalah Islam yang dipahami oleh Ibn Taimiyah. Misalnya mereka menentang takwil, padahal takwil, sebagaimana Ilmu Nahwu, shorof yang baru dibukukan kemudian tapi sudah ada dalam denyut nadi umat Islam awal.

Daripada terjebak perdebatan tidak mutu, lebih baik bungkam kelompok mujasimah dengan mengevaluasi kembali fatwa-fatwa Ibn Taimiyah dalam kitab induknya, Majmu Fatawa, atau setidaknya membaca kritik atas fatwa-fatwa dalam kitab itu seperti membaca kritik Syeikh bin Bayah yang di dokumentasikan oleh Syeikh Mahfudz bin Bayah dalam kitab berikut.

Buku ini hasil dokumentasi konferensi fatwa Maridin yang diinisiasi oleh Syekh Abdullah bin Bayah. Apa itu Maridin? Insya Allah kapan waktu kita diskusikan. Silahkan download.

http://booksarchive.online/…/Mardin-IbnTaymiyya-and-theMurd…

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Tuesday, August 11, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: