Kejanggalan Klaim Pertemuan Tokoh Nasional 10 April

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Halo yang di sana, yang habis mengumpulkan yang katanya tokoh. Yang bicara tentang persatuan bangsa. Yang bicara tentang menolak sektarianisme.

Bagaimana masyarakat Indonesia dan khususnya warga Jakarta akan percaya, jika sebagian yang berkumpul adalah yang hobi berorasi atau berkata kasar dan kotor? Jika sebagian yang berkumpul ternyata menjadi para penyebar benci dan fitnah? Jika ternyata sebagian adalah yang menyetujui banyak kampanye bermotif SARA dan provokatif bahkan terhadap saudara seagama?

Bagaimana jika kita ambil cermin bersama-sama? Tim mana yang sejak pilpres 2014 membiarkan banyak kampanye berbau SARA kepada Jokowi dan Ahok? Termasuk yang brada di belakang layar :)

Insya Allah saya bagian dari muslim yang TIDAK AKAN bersedia berkampanye hitam, termasuk menolak jenazah saudara muslimnya disolatkan, hanya karena pilihan berbeda.

Masyarakat sudah cerdas, termasuk tahu mana yang berkata konsisten dengan perbuatan. Menolak kampanye SARA ya berarti tidak mendukung kampanye berbau SARA. Bukan membiarkannya karena menguntungkannya atau calonnya

Kampanye yang dewasa dan mencerdaskan adalah yang Bicara program kerja.

Terakhir, terima kasih atas sinyal-sinyal tegas para elemen NU. Barangkali, yang dilawan adalah kaum intoleran dan berbau radikal di seberang sana. Kalo Ahok yang berada di samping para intoleran itu, PB NU beserta para underbouwnya, termasuk Ansor dan Muslimat NU, pasti juga akan ditentang

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Tuesday, April 11, 2017 - 15:15
Kategori Rubrik: