Kehilangan Tanah Air

ilustrasi

Oleh : Asrof Husin.

" Nanti seseorang akan mengerti mahalnya Tanah Air ketika melihat negaranya dihancurkan dan diluluhlantakan ".
( Syekh Muhammad Adnan Al Afyuni ).
Jika ingin melihat contoh betapa sangat sedihnya, betapa sangat pedihnya, betapa sangat sakitnya kehilangan tanah air maka lihatlah contoh di Timur Tengah, seperti : Suriah, Irak, Libya, Yaman, cukup ini saja yg menjadi contoh, seperti negara Suriah yang hancur dan luluh lantak, masyarakat yg tidak berdosa banyak yg mati, sebagian lagi masyarakatnya menjadi pengungsi dibanyak negara termasuk di Eropa, para pengungsi ini telah kehilangan tanah air, coba tanya kepada mereka bagaimana rasanya kehilangan tanah air, mereka sangat sedih tdk terkirakan, untuk menangis mereka sudah tidak punya lagi air mata. Yang mana dulu mereka hidup damai, tenang, mudah mencari uang, tetapi karena tanah air mereka tidak dijaga, akhirnya lewat agama mereka diprovokasi, diadu domba, dipecah belah dan negara merekapun hancur luluhlantak, akhirnya merekapun kehilangan tanah air. Ini adalah fakta nyata, apakah kita ingin kehilangan tanah air juga seperti mereka ? Semua pilihan ada pada diri kita sendiri.

" Hubbul Wathan Minal Iman ( Cinta Tanah Air, Sebagian Dari Iman ) ".
Cinta dan kesetian kepada tanah air adalah kewajiban semua warga negara dan semua agama. Didalam agama Islam, Rasulullah SAW telah memberikan contoh yg luar biasa bagaimana mencintai tanah air, ketika hijrah dari Mekah ke Madinah, beliau berdiri diperbatasan kota Mekah, lalu menatapnya dengan sedih lantas bersabda :
" Alangkah baiknya kau sebagai Negeri ( Kota ) dan betapa cintanya diriku terhadapmu seandainya kaumku tidak mengusirku dariMu
( Mekah ), niscaya aku tidak akan tinggal dikota selainmu ". ( HR. At.Tirmidzi ).

Jadi jika ada yg bilang cinta tanah air itu tidak ada dalilnya, maka itu omong kosong dari kaum radikal yg ingin menjadikan negara Indonesia negara agama/khilafah, kaum radikal ini tidak pernah cinta tanah air, mereka tidak pernah mencari kebenaran dan yg mereka cari adalah pembenaran, mereka tidak peduli negara mereka hancur luluhantak banjir darah, yg penting tujuan kekuasaan politik bertopeng agama mereka tercapai.

Dinegara kita Indonesia, ormas2 radikal yg hendak mendirikan negara khilafah/agama itu bukan hanya HTI saja, tetapi ada Efpei, JAD, JI, dll dan mereka ini didukung politikus/partai, pengusaha busuk, mereka semua ini tidak pernah cinta tanah air.
Dari awal reformasi telah terjadi pembiaran terhadap mereka yg akhirnya mereka berkembang biak dgn pesat sampai 2014 yg akhirnya presiden Jokowi yg terkena getahnya dgn tugas yg sgt berat dan bisa dilakukan jika semua mau bersatu, jika Presiden Jokowi sendirian maka tidak akan pernah bisa.
Jangan anggap enteng keberadaan mereka, virus radikalisme tidak cinta tanah air ini akan terus berkembang biak, yg mana anak2 kecil terus mereka kaderisasi, terus menerus diberi minum racun tidak cinta tanah air, maka jika mereka berhasil menguasai negeri ini, maka bisa dipastikan kita akan kehilangan tanah air.

NU dan Muhammadiyah adalah contoh yg cinta tanah air, harus kita dukung dan jika saja orang2 baik yg cinta tanah air disuatu daerah bisa bersatu dan berani menolak kehadiran ormas2 radikal yg hendak melebarkan keberadaannya didaerah mereka, maka mereka akan tertolak dan ruang gerak mereka akan sempit.

Jika kita tidak ingin kehilangan tanah air, maka ajari anak2 kita sedini mungkin dengan agama cinta, toleransi beragama dan tanamkan dijiwa mereka akan cinta tanah air.

Jika kita tidak ingin kehilangan tanah air, maka kita harus bersatu, harus berani melawan semua ormas2 radikal yg tidak cinta tanah air dengan politik bertopeng agama mereka dan semua ini demi Indonesia tercinta.

SALAM DAMAI.
ROF SIN.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Saturday, November 21, 2020 - 14:00
Kategori Rubrik: