Kehidupan Beragama Di Tiongkok

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Di setiap kantor pemerintah di Urumqi..., China...; di tempat umum seperti...: stasiun..., bandara..., tidak sulit menemukan tempat sholat.

Di Xinjiang..., ada lebih dari 24.400 tempat ibadah...; termasuk untuk umat Islam..., Kristen..., Katolik..., Buddha..., dan kepercayaan lain seperti Saman.

Dari jumlah itu..., 24.200 di antaranya adalah masjid.

Bahkan..., Perda Syariah Xinjiang mengharuskan pemda membiayai para Imam dan Khatib..., juga pembangunan masjid.

Umat islam di China..., tidak dilarang untuk pergi haji.

Tidak dilarang pula untuk melakukan ibadah puasa..., tidak ada larangan menggunakan pakaian muslim.

Jadi di sana tidak ada larangan melakukan kegiatan keagamaan..., semua biasa-biasa saja.

Kalau ada larangan menggunakan burqa..., itu hanya berlaku di tempat umum...; seperti kantor pemerintah..., stasiun..., terminal..., bandara..., dan mall.

Tetapi sebenarnya..., itu hanyalah sebagai salah satu syarat standar sekuriti.

Di tempat pribadi..., memakai burqa itu bebas-bebas saja.

Pernah ada juga larangan berpuasa..., dan orang Xinjiang sendiri tidak terkejut dengan larangan itu.

Karena..., larangan itu bukan datang dari hukum nasional China..., tetapi dari Perda Syariah.

Maklum Xinjiang itu di China itu..., sama dengan Daerah Istimewa Aceh di Indonesia.. ; yang punya hak otonom mengelola wilayahnya..., khususnya soal keagamaan.

Sebenarnya..., bangsa Uighur bukan etnis muslim terbesar di China.

Muslim tetbesar di China adalah etnis Hui.

Namun walau minoritas..., mereka punya hak otonomi.

Mengapa etnis Hui tidak pernah terdengar melawan pemerintah...?

Mungkin karena mahzab Etnis Hui itu..., sama dengan mahzab NU di Indonesia.

 

Mereka mudah dipersatukan..., dan sangat toleran.

Kembali pada issue Larangan puasa.

Itu bukan pada puasanya..., tetapi pada ritual puasa yang mengharuskan orang tidak tidur sepanjang malam.

Ini bisa membuat orang ngantuk..., ketika siang hari.

Kalau dia pegawai..., akan mengurangi produktifitas.

Kalau dia murid..., akan membuat otaknya lemah menerima pelajaran.

Nah kalau sampai ada orang ngantuk ketika berpuasa..., maka dia harus membatalkan puasa.

Itu artinya..., dia melanggar aturan Perda Syariah.

China melarang kegiatan keagamaan yang boros.

Itu bukan hanya untuk umat islam...; tetapi juga bagi umat kristen dan budha.

Contoh...: China melarang Natal dengan pesta berlebihan..., tapi tidak melarang kebaktian di gereja atau di rumah.

Bahkan tradisi ritual keagamaan pada prosesi pernikahan yang mewah..., juga dilarang.

Semua larangan itu tidak berkaitan dengan sentimen anti agama..., tetapi bagian dari pendidikan mental...; agar agama benar-benar berfungsi sebagai sumber kekuatan dan kecerdasan spiritual.

Bagi mereka..., hidup itu tidak ramah.

Kalau tidak disiplin dan tidak hemat...; maka gunung emas pun akan habis.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Sunday, September 6, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: