Kehendak yang Baik Insya Allah Membuahkan Hasil Baik

ilustrasi

Oleh : Agung Wibawanto

Apa sih yang kita rasakan sebagai orangtua melihat anak-anak pelajar di bawah umur ikut melakukan aksi demo yang anarkis di tengah pandemi? Jujur saya dulu juga pendemo (saat kuliah) jadi bisa paham mengapa saya berdemo? Namun tidak anarkis, atau tidak mencari dan bertujuan anarkhis. Setiap aksi demo yang saya duga berpotensi anakhis, saya cenderung menghindar saja. Bukan penakut tapi buat apa juga? Konyol. Dan juga dulu belum ada pandemi.

Kini, saya memiliki dua anak laki-laki semua (kuliah sms 5 dan SMA kelas XII). Mereka tengah di masa-masa yang full energy, ekspresif dan idealis. Bagaimana jika mereka ikut demo? Sebagai orangtua tentu memiliki kekhawatiran. Dengan ikut berdemo saja sudah pasti mereka meninggalkan kelas onlinenya (bolos), belum lagi jika terjadi kerusuhan, mendapat luka atau ditangkap polisi. Jika hanya itu saja mungkin tidak masalah, tapi pulang dengan membawa virus dan atau terjangkit hingga positif covid?

Terpapar kemudian sembuh juga alhamdulillah, tapi kalau nyawa melayang akibat virus yang didapat saat demo? Bangga? Ah romantisme. Itu mah konyol! Mungkin itu pula yang dirasakan banyak orangtua lain termasuk Bu Risma Triharini yang juga Walikota Surabaya. Belum lama Risma memberikan pengarahan kepada 58 pelajar yang terlibat aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

Sebagai orangtua juga pemimpin di daerah, ia merasa bertanggungjawab terhadap masa depan anak-anak dari warganya. Dalam pertemuan yang dilakukan di SMP 1 Surabaya, Senin (19/10/2020), Risma meminta para pelajar untuk meminta maaf dan sujud di kaki orangtua dan guru mereka masing-masing yang mendampingi. Ia pun memberi motivasi kepada anak-anak agar mau bersyukur karena nasib mereka lebih baik dibanding anak lainnya.

"Di luaran sana ada anak-anak yang bahkan tidak tahu orangtuanya siapa. Termasuk saya membina anak-anak di Kampung Anak Negeri yang mereka itu ada yang tidak tahu orangtuanya siapa. Kalian kurang bersyukur anak-anakku," ujar Risma. Menurutnya lagi, orangtua sudah memberikan ponsel dan pulsa agar mereka bisa belajar hingga sukses dan berhasil. Nyatanya mereka lebih mudah dipengaruhi dan percaya pada orang lain yang mungkin tidak dikenal.

"Inikah yang kalian berikan kepada orangtua kalian anak-anakku? Seandainya kalian babak belur dan terluka dan kemudian dirawat di rumah sakit, itukah balasan kalian kepada orangtua kalian? Kasihan orangtua kalian," kata Risma. Untuk itu Risma menyampaikan protes keras, "Saya protes keras karena melibatkan anak-anak dalam kejadian kemarin. Karena mereka belum mengerti apa-apa. Melibatkan mereka sama juga dengan mengeksploitasi anak," terang Risma.

Pada kesempatan itu, Risma meminta kepada para pelajar agar tidak mengkhianati orangtuanya. Risma juga menunjukkan beberapa foto anak Surabaya yang saat ini sudah berhasil meskipun berasal dari keluarga kurang mampu bahkan tidak dikenal siapa orangtuanya, "Ini bukti bahwa semuanya berhak berhasil dan semuanya berhak sukses. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, tidak ada yang tidak bisa asal kita mau," terangnya.

"Anak-anak ini juga berasal dari keluarga yang tidak mampu, tapi berkat kegigihannya mereka sekarang bisa sukses dan berhasil, kalian juga bisa seperti mereka," pungkas Risma. Memang banyak yang menyebut jika Risma lebay atau terlalu berlebihan di setiap mengatasi masalah. Tapi apa salahnya jika itu untuk kebaikan orang banyak? Apa yang dilakukan hanyalah sebuah cara dari niat atau kehendak yang ada di dalam hatinya.

Bukankah sebuah niat yang tulus, tidak untuk dirinya tapi untuk kebaikan orang lain, adalah jauh lebih baik ketimbang terlihat santun, cerdas, elegan tapi niat dan kehendaknya busuk melebihi sampah di comberan? Hasilnya? Waktu yang akan menjawab, tunggu dan lihat pada akhirnya. Sudah banyak terlihat bagaimana sebuah hasil tidak akan mengkhianati proses yang sungguh-sungguh dengan niat tulus untuk kebaikan orang lain. (Awib)

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

Thursday, October 22, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: