Kedhaliman Yang Nyata

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

"Cak, kenapa sampean kok beda sikap antara kasus Ahok, Sukmawati dan Rocky Gerung. Sebenarnya sampean dipihak mana?"

"Ini bukan masalah keberpihakan. Tapi masalah Rasa Keadilan dalam pemahaman konteks masalahnya."

"Maksudnya?"

"Dulu ketika kasus Ahok, saya termasuk yang tidak setuju ketika Ahok harus dihukum atas keseleo lidahnya itu. Karena bagi saya ini masalah multi tafsir. Memang secara etika, dia tidak patut memasuki wilayah keyakinan orang lain. Tapi bagi saya belum tentu itu sebuah penistaan. Namun ketika hukum berkata lain, ya kita harus menghormatinya sebagai bagian dari Supremasi Hukum."

"Kalau puisinya Sukmawati?"

"Ini juga masalah multi tafsir. Tapi level "keseleo" nya sudah diatas Ahok. Karena secara terang-terangan sudah membandingkan antara Kidung dengan Adzan. Makanya saya termasuk yang setuju ketika kasus ini dilaporkan. Bukan masalah apa? Ini bukan kubu-kubuan. Tapi demi Rasa Keadilan dan tidak adanya standart ganda dalam suatu masalah hukum yang sama."

"Nah, bagaimana dengan pernyataan Kitab Suci adalah Fiksi yang dilontarkan oleh Rocky Gerung?"

"Seandainya tidak ada yang melaporkan, maka saya sendiri yang akan melaporkannya. Terlepas dari Agama atau penganut Kitab Suci lain menyikapinya, bagi saya ini sudah menyangkut substansi dasar dari Akidah saya, yaitu Rukun Iman. Dimana salah satunya adalah wajib mempercayai Kebenaran Kitab Suci. Makanya saya juga mempertanyakan Ghirah dari mereka yang selama ini berteriak-teriak atas nama Membela Agama. Jika Kitab Suci dikatakan Fiksi, apakah dasar kebenaran absolut dalam beragama, saya harus meyakini seyakin-yakinnya (Haqqul Yaqin) atas kebenaran sesuatu yang fiksi? Itu namanya monokausal kontradiksi yang dalam kajian filsafat dan logika pun tidak dapat diterima. Apalagi dalam perspektif Hukum dan Keadilan dalam konteks penistaan. Jika masalah ini tidak diproses secara Hukum, maka Ahok sudah mengalami Kedhaliman Yang Nyata!"

"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian saksi yang adil karena Allah. Dan janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum menghalangi kalian berlaku adil. Berlaku adil-lah, karena perbuatan adil itu lebih dekat kepada taqwa." ( Al-Ma'idah: ayat 8 )

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Friday, April 13, 2018 - 20:45
Kategori Rubrik: