Kecewa PPDB DKI, Balaikota Banjir Karangan Bunga

 
Oleh: Wahyu Sutono
Para orang tua murid berjejer di depan pintu masuk Balai Kota DKI Jakarta. Mereka kecewa dengan aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta.
Mereka pun mengirim karangan bunga sebagai bentuk rasa kecewa anak-anak korban PPDB DKI Jakarta. Salah satunya berisi pesan yang menuntut agar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mundur: "Selamat Tinggal Bu Kadisdik DKI Anda Layak Turun."
 
Beberapa karangan bunga juga menyindir kebijakan PPDB Jakarta jalur zonasi yang memprioritaskan usia tua setelah zonasi. Kebijakan tersebut dinilai lebih kejam dibanding virus corona:
"Selamat kepada Disdik dan Gubernur DKI Jakarta atas kebijakan PPDB DKI 2020 yang kekejamannya lebih mematikan daripada Virus Corona."
Aturan PPDB jalur zonasi dengan ketentuan syarat usia menjadi polemik. Dengan aturan itu anak usia lebih tua punya potensi lebih besar masuk sekolah negeri ketimbang anak usia lebih muda. Sejumlah orang tua siswa menilai aturan tersebut diskriminatif.
Selain itu, mereka menyatakan bahwa aturan PPDB Jakarta ini bertentangan dengan Pasal 25 Permendikbud nomor 44 tahun 2019 tentang mekanisme PPDB.
"Semoga kompensasi, dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menerapkan PPDB DKI jalur zonasi RW untuk menampung peserta PPDB yang tak lolos PPDB jalur zonasi sedikit membantu. Namun bila hal itu tambah ribet, ada baiknya para orang tua murid bisa menunjuk pengacara untuk mengambil langkah hukum, agar persoalan ini segera rampung."
Kami bersama para orang tua murid
(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)
Monday, July 6, 2020 - 19:30
Kategori Rubrik: