Kecerdasan Tak Di Ukur Dari Pinternya Bahasa Asing

Kemampuan berbahasa asing masuk kriteria kesekian dan tentatif. Artinya kandidat mahir berbahasa Inggris atau tidakpun ga akan pengaruhi pencalonan…
So? Ga bisa berbahasa Inggrispun gapapa, asalkan sang pemimpin harus bs/mampu membawa kota/provinsinya jauh lebih baik kondisinya dari sebelumnya… Misalnya, klo sebelumnya banjir 2 jam sdh surut, jangan kemudian menjadi 6 jam atau berhari² saat dia pimpin.. “Sontoloyo!” kata pak Jokowi kesal…

Ngatasi banjir ga perlu pake bahasa asing… Malah ga nyambung dengan petugas penanganan banjir dan korban!
Ngurusi macet ga perlu bahasa asing!
Pokoknya ga perlu bahasa asing utk mengelolah suatu wilayah dengan benar!
“Ini Indonesia bung!” Lagi² Yotje Nawa mengingatkan dengan tegas!

Berkaca pada standar pengelolaan kota Surabaya yg dipimpin #BuRisma, kualitas seorang pemimpin diukur dari mampu tidaknya beliau mengatasi masalah sosial dan mampu menjamin hak² warganya (termasuk di dalamnya kesehatan, pendidikan, sosial ekonomi dll).. Ibu Risma berhasil menjadi ibu bagi #Surabaya.. Benar² memperhatikan dan merawat Surabaya dengan hatinya..

Anies punya itukah utk disebut pemimpin cerdas? Sudah baikkah Jakarta saat ini setelah dipimpin Anies? Atau sebaliknya semakin buruk dari sebelumnya?

Silahkan anda jawab sendiri (dengan cerdas)…. 

Salam Waras!
Sumber : Status Facebook Markonah II MII

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *