Kebodohan Ustadz Hasyim Yahya

Ilustrasi

Oleh : Judiarso Kurniawan

Ustadz Hasyim Yahya :
Ketika upacara apa.. upacara apa.. Ketika sampai waktu untuk berdoa, kita disuruh mengheningkan cipta. Mengheningkan cipta itu bukan cara islam. Ini cara orang kafir, cara orang Hindu, cara orang nasrani, yang sara...

Eyang Judiarso :
Orang upacara itu yang ikut berkumpul bukan cuma orang islam saja, pak. Yang beragama Hindu ikut upacara. Yang beragama Nasrani ikut upacara. Pemeluk agama lain juga. Artinya bukan cuma orang islam saja yang ikut upacara. Kalau memang dalam upacara ada acara berdoa bersama untuk para pahlawan yang gugur membela negara menurut agama dan keyakinan masing2, lalu saat itu diwadahi dalam acara mengheningkan cipta, tentu saja bukan cuma orang islam saja yang boleh berdoa, semua juga berhak berdoa.

Berdoa secara khidmad juga tidak ada larangannya dalam ajaran islam. Ya logis saja kalau cara berdoanya pakai mengheningkan cipta, bukan sholawatan, tahlilan, yasinan, atau bacaan doa islam yang lain. Kan yang ikut berdoa bersama tidak cuma yang beragama islam saja.

Mengheningkan cipta itu pake kata hening yg maksudnya sunyi. Itu maksudnya masing2 pemeluk agama yang ingin berdoa baca doanya tidak mengeluarkan suara alias cukup dalam hati saja supaya masing2 pemeluk agama tidak ada yang merasa terganggu akibat doanya beda2. Mengheningkan cipta itu biasa ditujukan untuk menghormati jasa para pahlawan yang gugur membela tanah air sehingga kita bisa menikmati kemerdekaan.

Para pahlawan yang gugur juga bukan cuma orang islam saja. Kalau bapak tidak pernah mikir sampai kesitu, itu artinya wawasan bapak masih dangkal soal mengheningkan cipta. Kalau anak kecil wawasannya sempit itu wajar. Lah, bapak kan sudah tua, jadi ustad lagi. Masak pola pikirnya masih sempit dan dangkal sih, pak?

Terserah saya mau dibilang kurangajar sama yg lebih tua karena ngajarin orang lanjut usia pake cara kurang sopan. Mendingan saya daripada bapak yang sdh kurangajar sama agama bapak sendiri yg rohmatan lil alamin. Berdoa bersama pake acara mengheningkan cipta kok dinyinyirin padahal udah fair, tdk ada orang berdoa saling mengganggu doa masing2. Itu bhinneka tunggal ikanya jelas dan sesuai dgn ajaran islam yg rohmatan lil alamin.

Trus ceramah bapak yg isinya nyinyir bahkan tanpa solusi itu rohmatan lil alaminnya islam diumpetin dimana, tuh? Mikir yang bener dong, jangan asal njeplak kalau ceramah agama islam itu.

Sumber : Status Facebook Judiarso Kurniawan

Friday, May 18, 2018 - 22:45
Kategori Rubrik: