Keberatan Full Day School, Lesbumi NU Kirim Surat ke Mendikbud

REDAKSIINDONESIA-Kebijakan tentang sekolah sistem full day school yang dilakukan Mendikbud Muhadjir Effendy, menuai kritik dan kontroversi. Salah satu pihak yang keberatan dengan kebijakan itu adalah  Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Jawa Timur.

 
Lesbumi NU keberatan dengan sistem tersebut karena menilai tidak setiap daerah di Indonesia bisa melaksanakan. Menurut Lesbumi, masing-masing daerah mempunyai kemampuan ekonomi, latar belakang pendidikan, dan strata sosial yang berbeda. Pernyataan sikap keberatan dilakukan dengan mengirim surat kepada Mendikbud. Berikut bunyi surat keberatan Lesbumi NU terkait kebijakan full day school, yang viral di media sosial: 
 
Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia
 
 
Perihal: Pernyataan Sikap
 
 
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 
Mendengar berita program Full Day School yang digulirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Muhadjir Effendy, dan setelah melakukan diskusi internal Pengurus Wilayah LESBUMI NU Jawa Timur, dengan ini atas nama lembaga, kami menyatakan sikap keberatan terhadap program tersebut dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut.
 
Sebelum kebijakan tersebut diberlakukan secara resmi, rencana pemberlakuan program Full Day School perlu mempertimbangkan secara matang dengan menimbang dan memperhitungkan kondisi dan tingkat geografis, sosiologis, kultur, dan kesiapan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya yang sangat berbeda. Apalagi jika kebijakan tersebut diberlakukan dalam skala Nasional.
 
Perlu diketahui bahwa masing-masing daerah dan provinsi di Indonesia itu berbeda secara geografis. Misalnya peserta didik yang tinggal di pelosok-pelosok. Untuk menuju sekolah, mereka memerlukan waktu 4--5 jam karena jarak rumah ke sekolah dapat mencapai belasan kilometer dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Kondisi tersebut berbeda dengan di kota-kota besar yang mempunyai sarana dan prasarana memadai.
 
Secara sosial-ekonomi, masing-masing daerah mempunyai kemampuan ekonomi, latar belakang pendidikan, dan strata sosial yang berbeda, yang sangat mempengaruhi terhadap pola pikir mereka terhadap kebutuhan pendidikan bagi anak-anaknya, bahkan pendidikan dianggap hanya sebagai pelengkap saja dan yang penting sudah dapat membaca.
 
Indonesia ditakdirkan sebagai negeri dengan aneka ragam budaya, tentu berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya, apalagi di pelosok-pelosok yang masih memegang kuat tradisi. Mereka masih mengutamakan tradisi sebagai bagian dari ritual sehari-hari dan pendidikan hanya sebagai pelengkap.
 
Oleh karena itu, Bapak Menteri harus mempertimbangkan faktor-faktor tersebut sebagai kajian layak atau tidaknya, efektif atau tidaknya, diberlakukan program Full Day School  di sekolah-sekolah yang bertebaran di pelosok tanah air Indonesia yang kita cintai bersama ini.
 
Demikian pernyataan ini dibuat atas nama Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia.  
 
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 
 
Surabaya, 13 Juni 2017 
 
Pengurus Wilayah LESBUMI NU Jawa Timur
 
Ketua
NONOT SUKRASMONO
Tuesday, June 13, 2017 - 22:45
Kategori Rubrik: