Keberanian Jokowi di Blok Masela, Kemenangan Indonesia

Oleh: Adiyoso Bambang
 

Pada awal kemelut panjang Masela di Onshore (darat) dan Offshore (laut) dimulai, saya sebagai praktisi energi berada di posisi netral.

Posisi saya sebetulnya tidak bisa dikatakan sepenuhnya netral, karena kalau hanya sekedar mengikuti arus yang berada di lingkungan saya, beberapa teman menganggap saya pasti ada di posisi Offshore.

Saya mengagumi berbagai tulisan Faisal Basri, saya juga mengakui keberanian Sudirman Said di kasus Freeport dan saya percaya dengan integritas Amin Sunaryadi sebagai Ketua SKK Migas; mereka semua berada di posisi Offshore dan kebetulan mereka semua berlatar belakang sama sebagai ekonom yang punya kemampuan analisa finansial yang kuat yang menjadi dasar arah argumentasi dan kebijakan mereka.

Tak kurang media sekaliber TEMPO sekalipun cenderung sangat kuat berpihak kepada offshore, lengkap dengan analisa investigasi ciri khas TEMPO.

Sementara sang anomali yang kontroversial Rizal Ramli, terus dengan keras kepalanya berteriak Onshore lebih baik daripada Offshore.

Saya mencoba mengabaikan itu semua, sebagai praktisi energi yang membangun pembangkit LNG skala kecil di Indonesia Timur dan melihat realitas betapa parahnya infrastruktur energi di Indonesia Timur.

Saya mencari tahu lebih jauh dari berbagai info mbah google di seluruh dunia dan melepas subyektifitas. Kalau sekedar menjaga komitmen investasi dan angka-angka saja bisa jadi Offshore adalah pilihan tepat.

Lebih jauh dari itu, jika melihat faktor regional kawasan Indonesia Timur yang selalu tertinggal, meskipun disana gudangnya bahan baku energi. Kita tentu tidak mau mengulang kesalahan masa lalu, dimana kita hanya memanfaatkan sumber energi, kita jual ke Tanah Jawa serta luar negeri dan hanya memberi dampak minimal ke masyarakat sekitar tanpa merasa bersalah.

Sekalipun investasi Onshore sedikit lebih mahal, saya melihat tetap yang terbaik karena multiplier efek yang luar biasa untuk kesejahteraan rakyat Indonesia Timur. Mas Joko sekali lagi sudah menunjukan sikap keberanian luar biasa, berpihak ke amanah kekayaan alam Indonesia untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia.

Semua lawan Mas Joko juga dibuat terkaget-kaget, mereka mendadak jadi boneka ajaib yang termanggut-manggut dan mendukung keputusan ini.

Blok Masela bukan sekedar angka-angka, tetapi komitmen memberikan yang terbaik untuk Indonesia, khususnya masyarakat Indonesia Timur.

Terima Kasih Mas Joko, ini sebuah Kemenangan Indonesia.
Juga ini sebuah pelajaran, kita tetap harus melakukan filter terhadap keberpihakan dan belajar mencari yang terbaik untuk Indonesia.

(Sumber: Facebook Adiyoso Bambang)

Friday, March 25, 2016 - 22:30
Kategori Rubrik: